spot_img
4.6 C
New York
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaDaerahDeswerd : "Ancaman Gubernur Rusli Habibie Kepada Polda Gorontalo Dinilai Over Acting"

Deswerd : “Ancaman Gubernur Rusli Habibie Kepada Polda Gorontalo Dinilai Over Acting”

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Pernyataan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang seakan menyalahkan Polda Gorontalo dan meminta Polda Profesional, bahkan mengancam akan menyurati Kapolri karena ada beberapa laporannya tidak diproses sudah amat berlebihan atau Over Acting.

Penegasan itu disampaikan Advokat Deswerd Zougira, SH yang dimintai pendapatnya berkaitan dengan pernyataan Gubernur Rusli Habibie yang beredar luas di masyarakat usai melapor Anggota Deprov Adhan Dambea di Polda Gorontalo, Rabu kemarin (09/06/2021).

Dalam rekaman video berdurasi 06 menit 41 detik yang dimuat dilaman Youtube GoSulut.id itu Rusli mengaku beberapa laporannya tidak diproses Polda Gorontalo dan meminta Polda Gorontalo bekerja Profesional, kalau tidak, dia akan menyurati Kapolri.

Menurut Deswerd, Gubernur semestinya tahu atau diberitahu oleh Biro Hukum atau Penasehat Hukumnya bahwa tidak semua laporan serta merta dapat diproses lantaran Kepolisian juga harus mengkaji terlebih dahulu apakah laporan sudah memenuhi dua alat bukti serta memenuhi unsur-unsurnya atau tidak, bukan melihat siapa yang melapor.

Images 15
Deswerd Zougira – (Foto : Medgo.id)

Kata Deswerd, kondisi sekarang sudah berbeda dgn saat masih delapan tahun lalu, dimana saat itu setiap ada laporan apalagi bila pelapornya orang berpengaruh, langsung saat itu juga terlapornya ditetapkan sebagai Tersangka. Sekarang, masih kata dia, sudah tidak bisa lagi begitu.

“Polisi harus Extra Hati-hati dalam menetapkan seseorang sebagai TSK. Karena kalau tidak akan digugat (dipraper). Beruntung kalau Polisi menang, tapi kalau kalah, yang malu adalah Polisi, bukan Pelapor. Artinya ada mekanisme yang wajib dipenuhi Polisi sebelum memproses hukum sebuah laporan,” ungkap Deswerd lagi.

“Pernyataan Gubernur Rusli Habibie itu dapat menimbulkan ketersinggungan,” tegas Deswerd mengingatkan.

Sedangkan ditanya soal laporan Rusli terhadap Adhan atas dugaan korupsi Dana Bansos itu, menurut Aktivis Anti Korupsi ini, kemungkinan juga tidak bisa langsung diproses walaupun katakanlah sudah memenuhi dua alat bukti dan unsur-unsurnya, karena Polisi juga akan berpedoman pada Edaran Kapolri yang memerintahkan semua laporan pencemaran nama baik yang berkaitan dengan laporan korupsi dapat diproses bila laporan korupsinya sudah dinyatakan tidak terbukti.

IMG 20210610 WA0022
Rusli Habibie Saat Jumpa Pers Di Halaman Polda Gorontalo

“Sementara kasus ini sedang dalam proses penyelidikan di Kejaksaan Tinggi Gorontalo dan belum ada pernyataan resmi Kejati bahwa laporan Adhan tidak terbukti,” tambah Deswerd.

Belum lagi, sambung dia, kalau mencermati  pernyataan Adhan di Media, tidak ditemukan pernyataan Adhan yang nyata-nyata menyebut Rusli Korupsi. Yang ada selalu disertai dgn frasa “Diduga”.

“Jadi harus dipahami, bila nanti Polisi kembali tidak memproses laporan Rusli itu maka janganlah buru-buru mengatakan Polisi tidak Profesional, apalagi sampai mengancam segala,” tutup Deswerd.

(0N4L/RF)

Baca Juga

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IKLAN PROV/KAB/KOTA

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IKLAN PENDIDIKAN

spot_img

IKLAN PARTAI

spot_img
spot_img

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!