spot_img
4.6 C
New York
Rabu, Oktober 20, 2021
spot_img
BerandaCahaya Dari TimurDialog Dengan Petani Kabgor, Rachmat Gobel Usulkan Kredit Macet Usaha Mikro Dibawah...

Dialog Dengan Petani Kabgor, Rachmat Gobel Usulkan Kredit Macet Usaha Mikro Dibawah 10 Juta Diputihkan

spot_img

Rekamfakta.com, Provinsi Gorontalo – Mendorong produktivitas di sektor pertanian merupakan salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan, dan hal ini momentum yang tepat dengan kehadiran Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso yang diundang secara khusus oleh Wakil Ketua DPR-RI DR. H. Rachmat Gobel untuk berkunjung langsung di Gorontalo, Rabu kemarin, (13/10/2021).

Pada sambutannya, Wakil Ketua DPR-RI DR. H. Rachmat Gobel mengusulkan agar kredit macet usaha mikro di bawah 10 juta agar bisa diputihkan saja.

“Setiap bertemu rakyat, hal itu yang dikeluhkan, ini juga akibat pandemi COVID-19 yang berdampak pada banyaknya usaha yang tutup sehingga ujung-ujungnya tak bisa bayar kredit,” kata Rachmat Gobel.IMG 20211013 WA0060

Masalah ini ia sampaikan saat berdialog dengan petani di Kabupaten Gorontalo, dan mengusulkan langsung kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. Pada moment itu juga Rachmat Gobel dan Wimboh Santoso menghadiri kegiatan kelompok tani dan koperasi petani yang mendapat bantuan dari Perbankan serta penyerahan Alsintan.IMG 20211013 WA0141

DR. H. Rachmat Gobel menjelaskan bahwa masalah itu juga menjadi pembicaraan sejumlah Anggota DPR. Karena itu ia berharap hal ini bisa menjadi perhatian yang serius dari OJK dan Pemerintah.

“Dampak dari kredit macet tersebut, para petani dan pelaku usaha mikro dan usaha kecil lainnya juga mengalami kesulitan untuk mendapat fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena masuk ke dalam daftar Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK),” ujar Rachmat Gobel.IMG 20211013 WA0138

Proses pemeriksaan kredit ini sebelumnya dikenal dengan BI Checking. Sebelumnya, dalam proses BI Checking ini terdapat suatu sistem yang disebut dengan Sistem Informasi Debitur atau SID.

Dengan sistem ini, maka akan diketahui seperti apa riwayat kredit dari pihak debitur. Saat ini, sistem tersebut sudah dialihkan dan digantikan dengan sistem SLIK OJK, karena pengawasan Perbankan kini berada di bawah kendali OJK, bukan lagi di Bank Indonesia (BI) seperti kemarin.IMG 20211013 WA0140

Rachmat Gobel juga mengungkapkan rasa simpatinya karena akibat pandemi COVID-19 maupun akibat musibah lainnya, banyak pelaku usaha mikro masuk dalam daftar SLIK. Karena itu mereka tidak bisa lagi mendapatkan kredit dari perbankan.IMG 20211013 WA0139

“Pada kondisi serba susah begitu, mereka larinya kepada Rentenir dan Kredit Online atau Pinjaman Online (Pinjol) ilegal yang pastinya bunganya berlipat-lipat dan sangat mencekik. Dampaknya mereka sudah miskin malahan jadi tambah miskin lagi,” tandas Rachmat Gobel Cahaya Dari Timur.

(0N4L/RF)

Baca Juga

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN PROV/KABUPATEN/KOTA

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IKLAN PARTAI

spot_img
spot_img

IKLAN DPRD PROV/KABUPATEN/KOTA

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IKLAN BANK/INSTANSI LAINNYA

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IKLAN TNI/POLRI

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

IKLAN KECAMATAN

IKLAN DESA

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!