spot_img
4.6 C
New York
Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaDaerahKota GorontaloEksepsi Terdakwa Pembacokan Wartawan Di Gorontalo Ditolak

Eksepsi Terdakwa Pembacokan Wartawan Di Gorontalo Ditolak

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Gorontalo Kota, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IIA Gorontalo memberikan putusan sela terkait kasus terdakwa Edhy Prasetyo Nurkamiden hari ini, Selasa (8/03/2022).

Putusan sela untuk menentukan soal eksepsi yang dilayangkan penasehat hukum Edhy Nurkamiden atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya Edhy dinyatakan bersalah, karena ikut terlibat sebagai otak rencana pembunuhan terhadap salah satu Wartawan di Gorontalo bernama Jeffry As. Rumampuk pada bulan Juni tahun 2021 silam.

Edhy Prasetyo Nurkamiden didakwa memerintahkan kedua pelaku yaitu, Aril Latif alias Ocong dan Ismail Muhammad alias Arif untuk membunuh korban. Sehingga dengan kejadian itu, korban Jeffry mengalami luka robek yang cukup parah pada bagian tangan kananya.

Bahkan akibat kejadian tersebut, isteri korban yang bernama Andryani R. Karanin keguguran.

Dilansir dari Media Butota.id, JPU Bastian Subuh, SH.,MH membenarkan, bahwa eksepsi yang dilayangkan terdakwa Edhy dan penasehat hukumnya ditolak Majelis Hakim pada PN Gorontalo.

Dalam eksepsinya, Edhy menolak dakwaan JPU atas penerapan pasal 338. Menurutnya pasal tersebut, terlalu berat bagi dirinya.

“Eksepsi terdakwa dan penasehat hukumnya ditolak Majelis hakim.” Kata Bastian.

Selanjutnya, Bastian menjelaskan sidang 15 Maret mendatang, Majelis Hakim akan menghadirkan saksi – saksi untuk diperiksa.

“Sidang berikutnya dengan agenda pemeriksaan saksi – saksi.” Singkatnya menandaskan.

Hingga berita ini diterbitkan, terdakwa Edhy tetap menjalani masa kurungan di rumah tahanan (Rutan) Polda Gorontalo. Dengan status sebagai tahanan Majelis Hakim PN Gorontalo.

Rachmad/RF

***Rilis***

*** Jaringan Forwaka Gorontalo ***

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!