Direncanakan Usai Covid-19, Tiga Tower Telkomsel Di Kab.Bursel Akan Di Relokasi

Tower
Kepala Dinas Kominfo Kab.Bursel Salim Bahta (Foto : dok istimewa)
banner 120x600

Rekamfakta.com, Maluku – Kabupaten Buru Selatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kab.Bursel, Salim Bahta menjelaskan dalam kurun waktu dekat ini dirinya akan merencanakan untuk memindahkan pemancar tower atau BTS jaringan Telkomsel yg tidak di fungsikan itu untuk direlokasikan kembali ke tiga titik yaitu, Kecamatan Ambalau, Wamsisi dan Desa Oki.

Hal ini dilakukan untuk menjawab berbagai kebutuhan komunikasi masyarakat yakni baik yang tinggal di daerah pengunungan maupun di pesisir pantai sehingga masyarakat Buru Selatan dapat menikmati jaringan komunikasi yang telah disediakan Pemda Bursel melalui Infokom di situasi pendemi covid-19 saat ini,

Demikian pernyataan yang disampaikan Salim Bahta selaku Kepala Dinas Kominfo Kab.Bursel kepada awak media rekamfakta.com di ruang kerjanya. Senin, (8/6)

 

 

 

Lanjut Bahta yang juga sebagai tim gugus tugas covid-19 yang membidangi humas Kab. Bursel itu menuturkan, Dirinya telah mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat sebanyak 13 tower untuk Kabupaten Buru Selatan dan nantinya penambahan pembangunan pemancar tower di tiap-tiap titik.

Bahtapun menambahkan, nantinya yang akan mengerjakan proyek pemancar jaringan tower atau BTS tersebut adalah salah satu perusahan di Maluku yaitu PT. BAKTI.

Karena pemakai Telkom kapasitas jaringan lebih besar dari pada kebutuhan yang ada. Apalagi hampir rata-rata anggaran dinas OPD di pangkas habis untuk penangan covid-19.

Pelayanan jaringan tower Telkomsel di Bursel belum sepenuhnya dinikmati masyarakat karena mulai dari jaringan Telkomsel, data seluler dan lain-lain ditambah lagi dengan jaringan lampu PLN yang tidak stabil dalam pelayanan ke masyarakat, hal ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat ke pemerintah Kab. Bursel,

Masih kata Bahta, kenapa pelayanan untuk kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi? karena saat ini konsentrasi anggaran Daerah banyak dialokasikan untuk penanganan wabah covid19.

“Di tengah pandemi wabah covid-19 banyak masyarakat yang mengeluh terkait jaringan tower yang hingga saat ini belum masuk di desa- desa, sehingga untuk berkomunikasi dengan sanak saudara dan anak-anak mereka yang sedang menempuh jenjang pendidikan tinggi di luar daerah sangat sulit sekali, dan untuk menghubungi mereka pun masyarakat harus rela menempuh perjalanan jauh ke Kota Namrole, butuh waktu 2-4 jam sampai di kota tersebut dan bisa berkomunikasi disana.” jelasnya

Terakhir kata Bahta, banyak sekali masukan dari masyarakat Bursel untuk meminta kepada Pemda kab Bursel melalui Diskominfo usai new normal ini agar secepatnya bisa membangun jaringan tower Telkomsel, Pelayanan penerangan PLN, Telkom dan lain-lain secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat. (Bahri Fakoubun/RF)