Rekam Fakta, Gorontalo — Keputusan Fauzan Fadel Muhammad kembali ke Gorontalo tidak hanya berkaitan dengan kiprahnya di dunia organisasi. Di balik langkah tersebut, ada pesan dari sang ayah, Fadel Muhammad, untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Fauzan mengatakan, dirinya memilih kembali ke Gorontalo dengan membawa mandat keluarga sekaligus tekad untuk memberikan kontribusi melalui bidang yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, yakni dunia usaha.
“Saya pulang demi Gorontalo. Ada mandat dari Ayah untuk ikut membangun Gorontalo. Ikhtiar saya melalui dunia usaha. Hobi saya memang menjadi pengusaha seperti Alm Rachmat Gobel, yang berdampak untuk Gorontalo,” ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, dunia usaha bukan sekadar profesi. Baginya, menjadi pengusaha merupakan bagian dari ikhtiar untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat dan daerah.
Ia berharap pengalaman serta jejaring yang dimilikinya dapat menjadi modal untuk ikut mendorong perkembangan dunia usaha di Gorontalo.
Pengalaman di dunia organisasi juga menjadi bagian dari perjalanan Fauzan. Ia tercatat pernah aktif sebagai Ketua Golkar DPD 2 Jakarta, Ketua Golkar Jakarta Selatan, serta memimpin sejumlah organisasi lainnya.
Pengalaman tersebut, kata Fauzan, menjadi bekal dalam membangun komunikasi, memperluas jaringan, dan menjalankan berbagai aktivitas organisasi maupun dunia usaha.
Tak Ada Kata Mundur di Musprov KADIN
Tekad Fauzan untuk berkontribusi di Gorontalo juga terlihat dari keikutsertaannya dalam dinamika menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) KADIN Gorontalo.
Menghadapi proses tersebut, Fauzan menegaskan dirinya akan terus mengikuti tahapan yang berjalan hingga akhir.
“Berjuang sampai akhir. Tidak ada kata mundur. Kita berjuang untuk menang,” tegas Fauzan.
Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk keseriusannya mengikuti proses Musprov sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
Terbuka untuk Islah
Meski menyatakan siap berjuang sampai akhir, Fauzan tetap membuka ruang terhadap kemungkinan terjadinya islah di tengah dinamika Musprov.
Namun, ia menyampaikan bahwa jika islah menjadi pilihan, dirinya tetap memiliki sikap terkait posisi kepemimpinan.
“Soal islah boleh saja. Tapi ketua umumnya Fauzan Muhammad,” ujarnya.
Bagi Fauzan, keterlibatannya dalam KADIN tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan organisasi. Ia ingin membawa pengalaman dunia usaha dan jejaring yang dimilikinya untuk ikut mendorong perkembangan ekonomi daerah.
Dengan kembali ke Gorontalo, Fauzan menyatakan siap mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui dunia usaha, sembari mengikuti proses organisasi yang sedang berjalan di KADIN Gorontalo.



























