Rekam Fakta, Kabupaten Pohuwato – Rusaknya hutan akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato semakin meresahkan. Kepastian hukum akibat rusaknya hutan pun belum mendapat kejelasan dari APH (Aparat Penegak Hukum).
Hingga kini berbagai isu mencuat sebagai pembanding yang diciptakan untuk membenturkan antara kepastian hukum dan kepentingan kehidupan masyarakat kabilasa.
Dilansir dari Media Fakta News, Isu pembanding yang sengaja dilahirkan oleh beberapa oknum untuk melindungi aktor intelektual (pengusaha) hingga beberapa oknum anggota DPRD Pohuwato tersebut diperuntukkan agar memuluskan aktifitas PETI di Kecamatan Dengilo.
Ini disampaikan langsung oleh salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Dengilo, menurutnya beberapa oknum Aleg DPRD Pohuwato diduga terlibat langsung pada aktifitas PETI. Bahkan ada yang menjadi saksi pada perkara PETI yang sedang disidangkan.
“Betul Pak, dugaan itu ada sekitar 3 orang Anggota DPRD Pohuwato yang saat ini jadi pengusaha tambang. terakhir yang saya tau ada yang sudah menyewa dari 2 hingga 6 ekskavator dan kalau tidak salah saya ada 2 oknum yang terindikasi terlibat dalam perkaranya Ayub dan Mantan Kades ti Ayah Keli” Ungkapnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa aktifitas para Oknum Anggota DPRD Pohuwato sudah dilakukan dari Tahun 2020 silam.
“ ini sudah dari Tahun 2020 kemarin pak, bahkan ada dugaan mereka (oknum Aleg) pernah diperiksa oleh Polda Gorontalo atas kasus PETI.” Terangnya seraya menambahkan.
Agar pihak Aparat Penegak Hukum diharapkan dapat memberikan kepastian tanpa pandang bulu terhadap para pejabat tersebut.
“ Kemarin ini Polres Pohuwato banyak penangkapan dan temuan alat berat, kami hanya minta kepastian hukum. Kalau salah ya salah, kami masyarakat saja tau siapa-siapa yang masuk dalam pengrusakan lingkungan. Masa Polres tidak.” Tutupnya.
Ditempat terpisah, saat Media Fakta News menghubungi 3 Oknum Anggota DPRD Pohuwato. 2 diantaranya belum bisa dihubungi karena masih dalam keadaan sakit, dan 1 Anggota DPRD dari Dapil Paguat – Dengilo mengatakan kalau dirinya tidak terlibat.
“ Tidak ada, tidak benar.” Jawabnya singkat.
Rachmad/RF
























