Rekam Fakta, Makuku Tenggara – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) kembali menyekolahkan 57 guru pendidikan agama Katolik dan Protestan di dua perguruan tinggi di Kota Ambon, Maluku.
Kerja sama ini juga merupakan Langkah komitmen Bupati dan Wakil Bupati untuk menjawab Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara periode 2018-2023, yang juga menekankan pada aspek pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.
Adapun kerjasama tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kualifikasi akademik tenaga guru, berdasarkan pertimbangan obyektif dimana masih banyak guru di Malra yang belum S1. Padahal berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mewajibkan guru harus berpendidikan minimal S1.

Sebelumnya, dalam tahun ini juga, Pemkab Malra telah menyekolahkan 57 guru agam Islam, terdiri atas Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) 41 orang dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) 16 orang.
Untuk itu Pemkab Malra juga kembali menyekolahkan 57 guru agama, terdiri atas 30 guru agama Katolik di Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) St. Yohanes Penginjil Ambon dan 27 guru agama Protestan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon.
Bupati Malra M. Thaher Hanubun dalam sambutannya menekankan tidak ada pungutan terhadap para guru yang berkuliah lewat program ini.
“Yang dipikirkan adalah bagaimana menyelesaikan kuliah S1, Jangan pikirkan harus bayar ini bayar itu. Semua ditanggung oleh pemerintah,” kata Bupati kepada para guru pada acara penandatanganan MoU antara Pemkab Malra dengan STPAK Ambon dan IAIN Ambon di Langgur, Rabu 25/10/2023.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Malra Umar Hanubun, S.Pd saat ditemui media ini menambahkan, pembiayaan program penyetaraan S1 ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Peruntukan.
“Kita biayai guru-guru yang belum S1. Ada yang masih D1, D2, dan D3,” ungkap Umar.
Menurut Umar, anggaran yang dikeluarkan tahun ini untuk membiayai sekolah para guru dan tenaga kesehatan sebesar sekitar Rp 5 miliar lebih.
“Nanti kalo tahun depan kita menyesuaikan lagi sesuai kebutuhan,” pungkas Umar.
Erick/RF



















