Penulis : Tomy Laisa (Ketua Dewan Pengarah Komite Ekonomi Kreatif Bone Bolango)
Rekam Fakta, Opini – Ekonomi kreatif Gorontalo 2025 tumbuh pesat, didukung UMKM yang meningkat dari 82.732 (2024) menjadi 118.826 unit pada 2025, terutama di sektor fashion (Karawo), kuliner, dan pariwisata. Sektor ini menjadi andalan baru dengan peluncuran data terpadu di Satu Data Ekraf Gorontalo untuk memetakan klaster unggulan 2025-2027.
Jika dilihat elaborasi program serta kegiatan dari capaian ini, program kerja KADIN Gorontalo belum memberikan konstribusi besar terhadap pengembangan pembangunan ekonomi kreatif sesuai amanah program kemitraan KADIN yang tertuang pada MOU bersama kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif pada bulan November 2025.
Jika kita menelisik lebih dalam KADIN Gorontalo memiliki peluang besar memperkuat pola kemitraan kelembagaan bersama pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan Komite Ekonomi Kreatif Daerah dan para komunitas ekonomi kreatif yang bergerak di 17 sub sektor ekonomi kreatif, seperti melalui optimalisasi kearifan lokal seperti kain Karawo, kuliner tradisional, dan wisata hiu paus.
Fokus pengembangan mencakup digitalisasi UMKM, pembentukan Desa Kreatif (contoh: Tanggilingo), dan kolaborasi dengan pemerintah/perbankan untuk meningkatkan kualitas produk serta akses pasar global.
Kami sangatlah mendukung dan menyambut baik program KADIN seperti *Young Creative Championpreneur (YCC) yang digagas langsung oleh KADIN Nasional dimana membina talenta muda dan memfasilitasi networking antar pelaku industri kreatif serta ekonomi kreatif 5.0 mendorong terhadap kekayaan intelektual (KI).
Problem utama yang dihadapi saat ini oleh Komite Ekonomi Kreatif Daerah bersama para pelaku usaha ekraf disetiap komunitas adalah membangun *Hexahelix* mitra kelembagaan, sehingganya sangat dibutuhkan peran aktif KADIN sebagai lokomotif peran aktif kelembagaan, seperti merumuskan peta jalan dan menganalisa problem solving ekonomi kreatif.
Sehingga kedepan lembaga pemerintah daerah tidak hanya bergerak melalui dinas pariwisata dan ekonomi kreatif saja, namun peran dinas terkait lainnya seperti dinas perindagkop, umkm dan ketenagakerjaan serta dinas sekunder lainnya ikut berperan langsung dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.
Tuntuntan publik dalam perhelatan bursa pencalonan ketua KADIN Gorontalo menjadi sebuah harapan besar bagi Komite Ekonomi Kreatif Daerah dan Komunitas EKRAF di 17 sub sektor atas lahirnya ketua KADIN Gorontalo yang visioner yang dapat menggerakan struktur organisasinya dalam menentukan arah kebijakan ekonomi kreatif yang dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi para pelaku usaha UMKM Khususnya Ekraf dan juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah yang ujungnya memberikan konstribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
***




























