Berita  

‎Terbongkar! ASN Guru di Atinggola Diduga Selingkuh dengan Rekan Sekolah, Istri Tanggung Beban Rumah Tangga Sendiri‎

Gambar Ilustrasi
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo Utara – Kisah pilu rumah tangga kembali mencuat dari Kecamatan Atinggola. Seorang perempuan mengungkap dugaan perselingkuhan yang dilakukan suaminya, berinisial YB, yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus guru di SDN 5 Atinggola.

‎Tak hanya menghadapi dugaan pengkhianatan, sang istri juga mengaku harus memikul beban ekonomi keluarga seorang diri, di tengah berbagai kewajiban cicilan yang terus berjalan.

‎Kecurigaan mulai muncul saat sang suami kerap pulang larut malam dengan alasan kegiatan sekolah. Namun, seiring waktu, alasan tersebut dinilai tidak lagi masuk akal.

‎“Saya curiga sejak dia sering pulang malam dengan alasan kegiatan sekolah. Tapi lama-lama itu tidak masuk akal,” ungkapnya.

‎Dari penelusuran yang dilakukan, korban menduga kedekatan suaminya dengan seorang guru agama berinisial SI, yang berstatus PPPK di SDN 7 Atinggola, bermula dari interaksi intens dalam berbagai kegiatan pendidikan.

‎Keduanya disebut sering terlibat dalam agenda sekolah seperti kegiatan siswa, rapat, hingga program pendidikan lainnya. Intensitas pertemuan yang tinggi itu diduga menjadi pintu awal terjalinnya komunikasi yang lebih personal di luar urusan pekerjaan.

‎Dugaan tersebut semakin menguat setelah korban menemukan indikasi komunikasi pribadi antara suaminya dengan perempuan tersebut. Ia bahkan mengaku sempat memperoleh bukti berupa foto dan tangkapan layar percakapan yang menunjukkan kedekatan keduanya.

‎“Saya pernah lihat bukti-bukti, ada foto dan komunikasi mereka. Bahkan anak saya juga pernah lihat langsung,” katanya.

‎Tak hanya itu, pengakuan sang anak yang secara tidak sengaja melihat kebersamaan ayahnya dengan perempuan tersebut di luar konteks kegiatan sekolah turut memperkuat dugaan adanya hubungan khusus.

‎Seiring berjalannya waktu, perubahan sikap suami pun semakin terasa. Ia menjadi lebih tertutup, jarang pulang ke rumah, dan tidak lagi menunjukkan perhatian terhadap keluarga.

‎Korban mengaku telah berupaya menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil lantaran suaminya dinilai tidak menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki hubungan rumah tangga.

‎Di sisi lain, tekanan psikologis juga dirasakan korban akibat isu yang mulai beredar di lingkungan sekitar. Ia merasa menjadi pihak yang paling dirugikan, baik secara emosional maupun sosial.

‎Ironisnya, dugaan perselingkuhan ini juga sempat dilaporkan ke pihak sekolah. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut yang jelas.

‎Meski berada dalam kondisi sulit, korban mengaku tetap bertahan demi anak-anaknya. Namun ia menyayangkan sikap suaminya yang dinilai semakin abai terhadap tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

‎“Saya bertahan ini demi anak-anak. Tapi dia juga tidak peduli, lebih banyak di luar daripada di rumah,” tutupnya.

Klarifikasi Terduga (YB)

‎Menanggapi tudingan tersebut, YB membantah keras seluruh dugaan perselingkuhan dan menyebut narasi yang beredar tidak sesuai fakta.

‎Ia mengklaim justru sang istri lebih dulu meninggalkan rumah selama kurang lebih tiga minggu tanpa kabar, sebelum akhirnya kembali dan meminta dirinya keluar dari rumah.

‎“Bukan saya tidak pulang. Saya diusir. Sebelumnya dia yang tiga minggu menghilang dari rumah, lalu setelah kembali, saya yang disuruh keluar,” ujarnya.

‎YB juga menyatakan selama periode tersebut dirinya tetap mengurus keempat anak mereka seorang diri di rumah.

‎“Selama dia tidak ada, saya yang urus anak-anak. Empat orang, masih kecil-kecil,” katanya.

‎Terkait tudingan tidak memberi nafkah, YB menegaskan hal itu tidak benar. Ia mengaku masih rutin memberikan kebutuhan, termasuk pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) dan nafkah mingguan, meski sudah tidak tinggal serumah.

‎“Saya tetap kasih nafkah tiap minggu. THR juga saya bagi. Itu ada buktinya,” tegasnya.

‎Soal dugaan hubungan dengan rekan sesama guru, YB juga membantah adanya perselingkuhan. Ia menilai interaksi yang ada hanya sebatas urusan pekerjaan.

‎“Itu hanya teman kerja. Tidak ada perselingkuhan seperti yang dituduhkan,” jelasnya.

***

Baca Berita Terkait :