โ€Ž
Berita  

Di Balik Kepergian Sutrimo, Kuasa Hukum Keluarga Febrie Adriansyah Ungkap Hubungan yang Sebenarnya

Foto Istimewa
banner 120x600

Rekam Fakta, Jakarta – Kepergian Sutrimo meninggalkan duka sekaligus berbagai pertanyaan di tengah publik. Di tengah beragam informasi dan spekulasi yang berkembang, keluarga Febrie Adriansyah (FA) melalui kuasa hukumnya memilih membuka suara untuk meluruskan sejumlah narasi mengenai hubungan Sutrimo dengan keluarga FA.

Kuasa hukum keluarga Febrie Adriansyah, yakni Achmad Benyamin Daniel, S.H., Lia Christine Sirait, S.H., Henry David Oliver, S.H., M.H., dan Mitrian, S.Kom., S.H., dari Kantor Lia, Daniel & Partners, menegaskan bahwa hubungan antara Sutrimo dan Febrie Adriansyah selama ini berjalan baik. Tidak pernah ada permusuhan, konflik serius, maupun niat buruk dari pihak FA terhadap almarhum.

โ€œHubungan Pak FA dengan Sutrimo sebenarnya baik. Karena itu, keluarga sangat menyayangkan apabila kepergian almarhum kemudian dikaitkan dengan berbagai dugaan yang tidak sesuai dengan fakta,โ€ ujar kuasa hukum keluarga FA dari Kantor Lia, Daniel & Partners.

Menurutnya, satu hal yang juga perlu diluruskan adalah status Sutrimo. Almarhum bukan kepala rumah tangga (karumga) dan bukan pekerja aktif di kediaman pribadi Febrie Adriansyah.

Sutrimo merupakan pekerja harian lepas yang selama ini membantu merawat tanaman bagian luar serta melakukan pekerjaan kebersihan di area luar. Sebelumnya, almarhum juga pernah bekerja sebagai tukang. Sutrimo diketahui tinggal sendiri di sebuah bangunan bekas klinik di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan.

Kuasa hukum keluarga FA juga menegaskan bahwa Sutrimo tidak pernah bekerja sebagai tenaga pengamanan di kediaman FA.

Adapun keberadaan Sutrimo di sekitar kediaman FA disebut bukan karena perintah atau penugasan. Ia datang ke Jalan Radio untuk bertemu dan berbincang dengan rekan-rekannya yang berada di lingkungan Jalan Radio.

โ€œJadi perlu disampaikan juga bahwa Sutrimo hanya pekerja harian lepas dan bukan sebagai karumga di rumah kediaman keluarga FA,โ€ tegasnya.

Berawal dari Telepon Dini Hari

Terkait peristiwa yang berujung pada meninggalnya Sutrimo, pihak keluarga FA melalui kuasa hukumnya menyebut kejadian tersebut bermula ketika almarhum menghubungi rekannya sekitar pukul 05.30 WIB.

Dalam percakapan tersebut, Sutrimo dikabarkan mengeluhkan kondisi tubuhnya yang sangat lemas dan meminta bantuan.

Rekan yang menerima telepon kemudian mendatangi lokasi. Karena akses masuk terkunci, ia disebut terpaksa memanjat pagar untuk melihat kondisi Sutrimo yang berada di dalam bangunan.

Setelah melihat kondisi almarhum, rekan-rekannya segera meminta pertolongan dan memanggil ambulans. Sutrimo kemudian dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah untuk mendapatkan penanganan medis.

Pihak keluarga FA menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pertolongan dan kepedulian terhadap sesama, bukan tindakan yang dilatarbelakangi niat lain.

Keluarga FA: Tak Pernah Ada Niat Buruk

Kuasa hukum keluarga FA kembali menegaskan bahwa keluarga Febrie Adriansyah tidak memiliki niat, motif, ataupun keterlibatan dalam tindakan yang menyebabkan meninggalnya Sutrimo.

โ€œKeluarga FA tidak pernah memiliki niat apa pun untuk mencelakai ataupun menyebabkan kematian Sutrimo. Hubungan mereka selama ini baik. Karena itu, kami menyerahkan sepenuhnya proses untuk mengungkap penyebab kematian kepada pihak yang berwenang,โ€ katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Sutrimo tidak pernah menjalankan aktivitas sebagai pekerja di dalam rumah pribadi Febrie Adriansyah. Menurutnya, penyebutan almarhum sebagai kepala rumah tangga di kediaman FA perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Terkait barang-barang pribadi milik almarhum, pihak keluarga FA menyampaikan bahwa keluarga FA tidak mengetahui keberadaannya karena peristiwa tersebut terjadi bukan di tempat kediaman FA. Namun, kuasa hukum keluarga FA akan mencoba membantu mencari tahu keberadaan barang-barang pribadi milik Sutrimo tersebut.

Keluarga FA, kata dia, tetap menghormati kepergian Sutrimo dan menyampaikan duka kepada keluarga yang ditinggalkan. Namun, keluarga juga berharap publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan dan penyelidikan memberikan hasil yang resmi.

โ€œKami menghormati almarhum dan keluarga yang sedang berduka. Pada saat yang sama, kami berharap fakta juga dihormati dan tidak dikalahkan oleh spekulasi,โ€ pungkasnya.


โ€Ž