Budiyanto Napu : Walaupun Tanpa Nasdem, Rahmijati Jahja Masih Tetap Dirindukan Masyarakat

Wq
Rahmijati Jahja Dan Umar Karim
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Konstalasi politik mulai hangat lagi diperbincangkan setelah KPU RI memutuskan Pemlihan Kepala Daerah yang sempat tertunda karena wabah COVID-19, akan di laksanakan pada bulan Desember 2020, khususnya Pilkada di Kabupaten Gorontalo dengan pemilih paling terbanyak se Provinsi Gorontalo.

Setelah kemarin DPD Partai Nasdem Kabupaten Gorontalo mengadakan Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) yang dihadiri langsung oleh Ketua DPW Hamim Pou dan menghasilkan 6 nama kandidat Calon Wakil Bupati, nama dari istri Bupati 2 periode David Bobihoe tidak termasuk dalam lirikan Partai Nasdem.

Kajari Kabgor Dr. Supriyanto Pimpin Sertijab Kasi Tipidum Dengan Protocol Kesehatan Yang Ketat

9b1cabe8 Fa5c 458c 8fc6 Ed150f093c65
Tony Junus Dan Ludin Olii Saat Berkunjung Ke Rumah David Bobihoe Senin Kemarin (08/06/2020)

Padahal salah satu calon kuat itu adalah Rahmijati Jahja yang sampai dengan sekarang masih menduduki kursi DPD-RI dan sudah memasuki periode ke tiganya di Senayan dan masih menjadi idola serta sangat dirindukan oleh masyarakat Kabupaten Gorontalo.

Staf ahli Rahmijati Jahja, S.Pd, Budiyanto Napu mengatakan bahwa terkait partai, sudah ada beberapa partai yang meminta ibu Rahmijati untuk mendaftarkan diri dan meminang Ibu dan hal itu tidak bisa dipungkiri, baik lewat telepon ataupun secara langsung bertemu dengan Sang Senator, tapi sebagai manusia biasa, sebagai tokoh politik di Gorontalo, walaupun Rahmijati tidak berpartai, Senator Rahmijati menyambut dengan baik niat dari partai-partai yang ada di parlemen, tapi sekali lagi Rahmijati mengedepankan untuk mencari teman-teman partai, mencari tokoh-tokoh yang ada di partai mereka sendiri, eksternal Rahmijati sendiri nanti belakangan.

“Jadi Ibu Rahmijati tidak pernah menyatakan tidak maju ataupun maju, hari ini pernyataannya bukan persoalan maju ataupun tidak maju, tapi carilah orang-orang terbaik di partai agar supaya ada kaderisasi,” ungkap Budi.

Budi menambahkan jika masalah kedudukan Politik, Rahmijati Jahja sudah hampir paripurna, kalau cuma mencari keuntungan atau popularitas, Rahmijati sudah sangat populer, jadi walaupun tanpa Nasdem, Rahmijati Jahja masih tetap di rindukan oleh masyarakat Kabupaten Gorontalo.

“Hari ini banyak sekali masyarakat yang meminta Rahmijati untuk maju, seperti element masyarakat dan pemuda serta LSM dan Tokoh Adat serta Tokoh Agama, tapi sampai hari ini ibu Rahmijati belum menyatakan sikap,” tambah Budi lagi.

Menurut Budi, pihak yang menghubungi Rahmijati yaitu seperti Chamdi Mayang, Tony Junus, Umar Karim dan Risjon Sunge, bahkan Dicky Gobel pun yang pernah di gadang dengan Nelson sudah menyatakan sikap siap mendampingi Rahmijati Jahja.

“Kalau pihak kami Rahmijati Centre tidak pernah melakukan Survey, di antara semua lembaga survei yang melakukan survei hari ini, nama Rahmijati itu ada di 2 besar, entah siapa yang mensurvei, pasti nama Rahmijati di posisi pertama dan posisi kedua, hampir semua lembaga survei menyatakan bahwa Rahmijati sangat kuat, indikatornya adalah telepon masyarakat, seluruh keluhan masyarakat dan seluruh permasalahan yang ada di Kabupaten Gorontalo hari ini semua bermuara ke Pak David dan Ibu Rahmijati, entah keluhan yang bagaimanapun itu, mereka katakan, “ibu kami ingin ganti pemimpin, kami ingin perubahan”, mereka merindukan kepemimpinan David Bobihoe,” tegas Budi.

“Harapan kedepan bahwa siapapun akan mencalonkan, semoga daerah ini akan lebih bagus, tidak harus Ibu, tidak harus siapa, siapa pun hari ini harus lebih bagus, kemarin sudah bagus, hari ini tambah bagus, besok lebih bagus lagi,” tutup Budi. (0N4L/RF)