Tim Gustu KKT, Dinilai “Tidak Manusiawi” Melayani Penumpang Km Sabuk 34

Maluku
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Lelemuku Kabupaten Kepulauan Tanimbar-Ambon (HIMAPEL KKT-AMBON) Nikodemus Antonis Saulahirwan, SH
banner 120x600

Rekamfakta.com, Provinsi Maluku Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Lelemuku Kabupaten Kepulauan Tanimbar-Ambon (HIMAPEL KKT-AMBON) Nikodemus Antonis Saulahirwan, SH angkat bicara Soal perlakuan beberapa oknum petugas tim Gugus Tugas (Gustu) di Kepulauan Tanimbar saat bertugas memproses penurunan penumpang KM Sabuk 34 yang dinilainya tidak manusiawi.

Hal ini disampaikan oleh Saulahirwan saat dikonfirmasi wartawan melalui Via Whatspp pribadinya senin, 07/09/2020

pandemik Covid-19 ini membuat semua orang merasa panik, cemas, takut dan sebagainya, namun tidak membuat kita betindak ikut asal mau. Penanganan yang dilakukan oleh tim Gustu covid-19 dimanapun pasti di lengkapi dengan alat kelengkapan yang memadai sehingga dapat memperlancar proses penanganan pasien covid-19 maupun mereka yang membutuhkan.

“Saya sangat menyesalkan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh tim gugus tugas kepulauan tanimbar yang bertugas dipelabuhan. Mereka para penumpang yang turun dari kapal itu adalah manusia bukan barang bawaan maupun hewan peliharaan, mungkin saja tim gugus tugas tanimbar sudah tidak punya rasa kemanusiaan lagi sehingga para penumpang di perlakukan seperti itu” Tandasnya

Hebatnya lagi kata Saulahirwan, mereka yang memakai Alat Pelindung Diri (APD), lengkap berdiri santai dan membiarkan para buruh pelabuhan sendiri menurunkan para penumpang seolah tim Gustu tidak punya perhatian terhadap tugas pokoknya.

“Mereka para penumpang itu sudah cukup terpukul dengan proses karantina di atas kapal, jadi jangan membuat mereka trauma dengan kondisi yang mereka alami.” Tegasnya

Berdasarkan pelayanan tim Gustu Tanimbar yang dinilai tidak manusiawi itu, Saulahirwan melalui media ini, “meminta dengan serius kepada Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon, SH, MH yang juga adalah Ketua Gustu KKT agar segera mengevaluasi kinerja anggotanya yang dianggap lalai dan sudah melakukan tindakan yang yang sangat tidak bertanggung jawab, sehingga dikemudian hari hal serupa diharapkan tidak terulang lagi”. Tutup Putra Asal Desa Keliobar Itu. (RF/Tim)