Rekam Fakta, Bone Bolango – Pernyataan PLT Bupati Bone Bolango (Bonbol) Merlan Uloli terkait alokasi anggaran KPU dan Bawaslu yang belum sepenuhnya dibayarkan menuai kritikan dari salah satu tokoh intelektual muda, Himawan S. Umar.
Saat ditemui Media Rekam Fakta, Senin (27/11/2023) Himawan menyebutkan, kalau pernyataan Plt. Bupati Bonbol yang ada disalah satu Media Online itu seperti menyinggung kinerja dari Hamim Pou.
“Saya sangat menyayangkan apa yang disampaikan Ibu Merlan, pernyataan tersebut seakan-akan memberitahukan ke publik kalau devisit anggaran yang terjadi di Bone Bolango saat ini disebabkan oleh Bupati sebelumnya (Hamim Pou) “;
“Diakhir jabatan Hamim Pou masih dapat dana insentif daerah 16 miliar. Bukti kinerja daerah. Berarti ada yang tidak mampu memimpin dan mengelola daerah”, Ungkapnya.
Kata Himawan, persoalan seperti ini juga pernah di alami Hamim Pou di tahun 2010. Negara pada saat itu mengalami devisit anggaran hingga 6,5%. Sehingga devisit kas pada saat itu mencapai 60 miliar.
“Tapi dia (Hamim Pou) bisa menyelamatkan daerah, dan menjadikan Bone Bolango meraih kinerja terbaik di Provinsi Gorontalo. Bandingkan dengan daerah lain yang pada saat itu tidak mampu membayar gaji, tidak bayar tpp, thr, honor kepala desa, hingga minta-minta bantuan dari pusat”, Tegasnya.
Terakhir, Himawan berpesan agar Plt. Bupati Bonbol Merlan Uloli jangan sering mengeluh terkait devisit anggaran, melainkan harus lebih fokus dalam mengelola kas daerah.
“Defisit itu wajar, ada pembiayaan pilkada, pileg, pilpres yang harus di anggarkan dari tahun 2023, meski baru akan digunakan 2024. Makanya, Fokus Ibu (Merlan Uloli), Pemda itu harus mengelola kas dengan baik. Mana yang prioritas, mana yang belum mendesak”, Tutup Himawan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Plt. Bupati Bonbol, Merlan Uloli.
Rachmad/RF
Baca Juga :




























