RekamFakta.Com, Provinsi Maluku – Partai Solidaritas Indonesia sangat prihatin dan mengecam keras atas kejadian pengrusakan Gereja dan pemukulan pendeta yg terjadi pada hari Selasa 16/11/2021 di Desa Elo, Kecamatan Mdona Hiera Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku.
Sikap PSI ini disampaikan oleh Jubir PSI Maluku, Ronyldo Tandikura SE. MM kepada Media ini, Jumat 19/11/2021.
Ronyldo mengatakan tidak ada satu alasan apapun terhadap tindakan intoleransi dan premanisme terhadap masyarakat yg sedang beribadah.
“Intoleransi Harus diberantas sampai ke akar – akarnya”. tegas politisi muda PSI ini.
Ronyldo dan kader – kader PSI di MBD telah melakukan investigasi terhadap kasus ini.
“Bukti – bukti sudah kami kumpulkan dan memang terbukti telah ada terjadi pengrusakan rumah ibadah dan intimidasi kepada jemaat GSJA yang sedang melakukan ibadah di desa Elo”.
Ketua BPD Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Pdt Yanes Titi saat di hubungi via telephon juga membenarkan kejadian penyerangan dan perusakan rumah ibadah di Desa Elo, Kecamatan Mdona Hyera Kabupaten Maluku Barat Daya
Selanjutnya PSI Maluku mendesak pihak kepolisian dalam hal ini Polres Maluku Barat Daya agar bisa segera menindaklanjuti laporan yg telah dibuat, dan segera menangkap pelaku yg telah menciderai kebhinekaan di negeri ini ujar Ronyaldo.
Negara menjamin setiap warga nya untuk menjalankan kegiatan beribadah yg tertuang dalam pasal 29 ayat 2 UUD 1945. Oleh karena itu tindakan oknum – oknum yang memiliki unsur premanisme wajib diberantas di negara ini, khususnya di Maluku apalagi jika oknum ini adalah tokoh masyarakat yg seharusnya menjadi panutan bagi Masyarakat. kecamnya
PSI adalah partai yang intens memperjuangkan semangat anti korupsi dan Intoleransinya.
“Kader kader PSI di Maluku bahkan Indonesia tidak akan tinggal diam melihat situasi dan kejadian seperti ini”. Tandasnya
Erick/RF



















