Rekam Fakta, Gorontalo — Fauzan Fadel Muhammad mengusulkan agar Musyawarah Provinsi KADIN Gorontalo ditunda sementara. Usulan itu disampaikan untuk memberi ruang bagi evaluasi proses, konsolidasi, sekaligus memperkuat persatuan dunia usaha Gorontalo.
Usulan penundaan tersebut bukan karena Fauzan gagal memenuhi persyaratan pencalonan. Ia telah menyelesaikan seluruh administrasi sebagai calon Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo dan memperoleh dukungan dari lebih dari seratus pemilik KTA KADIN di Gorontalo.
Fauzan juga bukan figur baru di lingkungan KADIN. Sejak era kepemimpinan Muhalim Litty, ia telah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo.
Sejak April 2026, Fauzan melakukan konsolidasi dengan menemui mantan Ketua Umum KADIN, para senior, pengurus lama dan baru, unsur caretaker, asosiasi dunia usaha, pelaku UMKM, pengusaha muda hingga masyarakat.
Ia juga aktif mengisi kuliah umum di sejumlah kampus di Gorontalo, termasuk Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dengan membawa isu kewirausahaan dan pentingnya melahirkan pengusaha-pengusaha baru.
KONSOLIDASI MENJANGKAU PIMPINAN DAERAH
Konsolidasi tersebut juga menjangkau pimpinan daerah. Fauzan bersilaturahmi dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.
Dalam pertemuan tersebut, Fauzan menyampaikan niatnya untuk maju sekaligus meminta pandangan, restu dan dukungan terhadap gagasan memperkuat KADIN Gorontalo.
Komunikasi di tingkat kabupaten juga turut memunculkan sejumlah figur. Di Pohuwato muncul Muhammad Rustam Arsyad, di Boalemo Rivel Priyantoro Putra Pagau, di Kabupaten Gorontalo terdapat Roman Nasaru dan Ra’is Nango, sementara di Bone Bolango terdapat Muhammad Rizki Ahmad dan Zulfikal Uloli.
Rizki sendiri sebelumnya telah mengikuti proses Mukab pada 2025. Dalam perkembangan 2026, muncul pandangan agar proses tersebut kembali memperoleh legitimasi melalui mekanisme caretaker.
Di Gorontalo Utara, Hendra Nurdin menjadi figur yang muncul setelah mendapatkan rekomendasi dari Thariq Modanggu.
Sejumlah figur tersebut juga telah bertemu bersama Fauzan dalam rangkaian komunikasi organisasi yang turut melibatkan perwakilan KADIN Indonesia.
PERSOALAN KTA DAN PARTISIPASI ANGGOTA
Dinamika kemudian muncul dalam rangkaian pelaksanaan Mukab dan Mukot.
Tidak seluruh pemilik KTA yang berada dalam basis dukungan Fauzan dapat terdaftar sebagai peserta musyawarah kabupaten dan kota karena persoalan dalam proses input sistem.
Kondisi serupa disebut tidak hanya dirasakan jaringan Fauzan. Sejumlah pengurus maupun anggota KADIN Gorontalo dalam beberapa waktu terakhir juga menyampaikan melalui media sosial dan pemberitaan bahwa mereka tidak dapat mengikuti Mukab atau Mukot meskipun memiliki KTA KADIN.
Persoalan tersebut kemudian menjadi catatan mengenai keterbukaan partisipasi dan kesempatan yang setara bagi seluruh anggota.
SISTEM KEMBALI BERMASALAH
Persoalan teknis kembali muncul pada 11 September 2026, yang merupakan hari terakhir pendaftaran calon Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo.
Sistem online sempat tidak dapat digunakan secara normal. Fauzan dan tim kemudian menyampaikan kendala tersebut kepada sekretariat dan penyelenggara serta mengirimkan seluruh dokumen melalui email sebagai langkah antisipasi.
Sekitar satu jam sebelum penutupan, sistem kembali dapat digunakan.
Dalam waktu yang terbatas tersebut, Fauzan tetap berhasil menyelesaikan seluruh proses online dan memenuhi administrasi pencalonan.
Dengan kondisi itu, Fauzan tidak mengusulkan penundaan karena gagal mendaftar. Ia telah lolos administrasi dan masih berada dalam posisi kompetitif.
BUKAN SEKADAR SOAL MENANG ATAU KALAH
Persoalan yang kemudian mengemuka bukan lagi sebatas siapa yang akan memenangkan Musprov, melainkan apakah proses organisasi telah memberikan rasa keadilan prosedural, keterbukaan, serta ruang partisipasi yang setara bagi seluruh anggota.
Karena itu, penundaan Musprov dipandang dapat memberikan waktu bagi KADIN untuk melakukan verifikasi, evaluasi, konsolidasi dan rekonsiliasi sebelum proses pemilihan dilanjutkan.
Musprov seharusnya menjadi forum yang menyatukan dunia usaha Gorontalo, bukan meninggalkan keberatan maupun perpecahan setelah pemilihan selesai.
MENJAGA PERSATUAN DUNIA USAHA
Dari informasi yang dihimpun redaksi dan lingkungan terdekat Fauzan, dinamika tersebut tidak mengubah perhatiannya terhadap Gorontalo.
Dalam beberapa bulan terakhir Fauzan disebut menikmati waktunya berada di Gorontalo, melihat berbagai peluang investasi dan dunia usaha, serta berharap dapat semakin sering kembali untuk mengembangkan peluang-peluang tersebut.
Namun, di tengah berbagai tanggung jawab pekerjaan dan usaha di Jakarta, Fauzan memilih tidak memperuncing dinamika organisasi dan mendorong agar semua pihak diberikan ruang untuk mencari titik temu.
Usulan penundaan tersebut karena itu tidak semata-mata menyangkut kepentingan seorang calon.
Fauzan telah memiliki dukungan, telah lolos administrasi, telah melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten, dan tetap memiliki jaringan dunia usaha nasional.
Yang ingin dijaga adalah agar siapa pun yang kelak terpilih menjadi Ketua Umum KADIN Provinsi Gorontalo memiliki legitimasi kuat dan mampu menyatukan seluruh dunia usaha.
Menunda Musprov bukan berarti menunda kemajuan KADIN. Justru dapat menjadi kesempatan agar KADIN Gorontalo melangkah ke depan dengan lebih bersatu, lebih legitimate, dan lebih bermartabat.



























