Berujung Maaf, Penyebar Hoax di Facebook “Noval Antula” Buat Video Permohonan Maaf

Baholo
Pelaku Penyebar Informasi hoax (Noval Antula), memakai Akun Palsu (Riski Aditya) Sementara Membuat Video Pernyataan Maaf Kepada Si Korban ( Sri Rahayu Ragarusi )
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Boalemo – Penyesalan memang selalu datang belakangan, seperti halnya rasa sesal yang dirasakan oleh pelaku yang telah menyebarluaskan infomasi bohong (hoax) di media sosial (Facebook) dengan menggunakan akun bodong (palsu). Selasa 13/10/202.

Dari informasi yang diperoleh, Noval yang keseharianya sebagai sopir lepas dan memiliki 1 orang anak itu, ketahuan sedang mengintip tetangganya yang sedang mandi, pada Senin 12 oktober kemarin pagi

Baholo1
Pelaku (Noval Antula) Sementara Buat Surat Pernyataan Maaf Kepada Si Korban (Sri Rahayu)

Karena takut aksi pelaku akan berkepanjangan, Sri Rahayu Ragarusi mengatakan kejadian tersebut kepada tetangganya guna mewaspadai perlakuan Pria tersebut.

Mengetahui Rahayu menyebarkan aksinya ke tetangga yang lainya, Noval pun kemudian membuat akun bodong di media sosial Facebook, dan menebar postingan fitnah, dimana Sri Rahayu merupakan seorang wanita tidak baik.

Hal aneh yang dilakukan oleh pria tersebut, membalas dengan postingan menyebarluaskan foto wanita itu dengan kalimat yang merusak nama baik.

Kepala Desa Tabulo Suryanata Yusuf saat di konfirmasi lewat via telepon oleh awak Media Rekamfakta.com, dirinya membenarkan adanya peristiwa itu Dan telah memediasi Permasalahan tersebut.

“Ya, kami telah menghadirkan kedua belah pihak dan keluarga untuk mediasi permasalahan ini dan Alhamdlillah di bantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tabulo” .Tutur Suryanata

“ Dan sesuai hasil mediasi tersebut (Musyawarah Mufakat) berujung maaf dari si korban (Sri Rahayu), akan tetapi dengan cara meminta Noval Antuna kiranya membuat video permohonan maaf dan menanda tangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi” . Ujarnya

Baholo3
Akun Palsu Yang Di Pakai Oleh Noval Antula Untuk Memposting Dan Menyebar Informasi Bohong

Terakhir, kata Brigadir Adam Ahmad, Bhabinkamtibmas di Desa itu, semoga dengan peristiwa ini, para pencinta medsos agar lebih berhati-hati lagi dalam menggunakannya, “Bijaklah Dalam Bermedsos, Ingat !!, tak hanya mulut, namun jemarimu pun adalah harimaumu”. Demikian pesan moral Brigadir Adam.

RF/Arlan