Diduga Intimidasi Warga, Oknum Sekdes Balate Jaya Didesak Mundur Dari Jabatannya

Foto : LMID
banner 120x600

Rekam Fakta, Boalemo – Salah satu aktivis Gorontalo sekaligus ketua Wilayah Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID), Khalifa Ridho mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan yang dilakukan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) AR Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo

Menurutnya, tindakan Sekdes yang berupaya mengintimidasi beberapa warga yang akan ikut serta dalam unjuk rasa pada aksi jilid 1(Kamis,11/7/2024) Kemarin merupakan tindakan premanisme.

” Awalnya kami sudah siap dengan 2 Mobil untuk berangkat melakukan aksi demonstrasi, tetapi 1 mobil itu di ancam oleh sekdes tersebut agar tidak mengikuti aksi tersebut,” Ucap Khalifa saat diwawancarai pada Kamis (1/8/2024)

Khalifah juga mengatkan bahwa seorang aparat pemerintah seharusnya bersikap netral dan mendukung kebebasan berpendapat serta hak masyarakat untuk berunjuk rasa.

“Seorang Sekdes seharusnya menjadi pelindung hak-hak warga, bukan sebaliknya. Menahan warga yang ingin menyuarakan pendapat mereka adalah bentuk ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat,” tambah Khalifa

Lebih lanjut, Khalifah mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap tindakan aparat yang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi. Ia berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama aparat pemerintah, untuk lebih menghormati hak-hak warga dan menjalankan tugasnya dengan profesional dan netral.

“Jika aparat desa sudah melakukan tindakan yang diluar tugas dan wewenangnya, maka masyarakat tidak perlu takut. harus diingat bahwa demokrasi adalah hak setiap warga negara, dan kita harus terus memperjuangkannya,” tegas khalifa

Oleh Karena itu, Khalifah mendesak agar Sekdes Balate Jaya segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan yang telah mencederai demokrasi.

” Jika sekdes Balate jaya tidak segera mengundurkan diri maka kami dari kalangan aktifis dan masyarakat balate jaya akan melakukan unjuk rasa,” Tandasnya.

Diketahui, Demonstrasi di Kantor Bupati Boalemo Pada Kamis (11/7/2024) tersebut, merupakan aksi yang mengecam tindakan Kepala Desa (Kades) HH Balate Jaya yang menyerang warganya menggunakan parang.

Sementara itu, Kami mencoba melakukan upaya hak jawab Via Whatsapp Call dan Sekdes Balate Jaya (AR) Membantah adanya dugaan intimidasi warga saat akan melakukan aksi demonstrasi.

“Tidak ada pak! Saya tidak pernah melakukan itu. lagian ini masalah pribadi kades. masalah ini juga sudah ditempuh dijalur hukum, ” Tutup AR (2/8/2024).

Agung/RF