Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Terkait sejumlah issu dikalangan masyarakat, yang menyudutkan pihak keluarga, terkait hasil Rapid Reaktif, akhirnya menemukan titik terang, sekaligus menghapus issu miring warga, bahwa Pasien atas nama Irianto Ibrahim Negatif Swab Test berdasarkan Rilis Resmi Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Gorontalo.
Dua hari yang lalu (27/05/2020), sejumlah warga dikejutkan dengan pemakaman Jenazah Irianto Ibrahim dengan menerapkan Protokol COVID-19, sehingga sempat beredar di masyarakat bahwa pihak keluarga adalah ODP, dan menduga bahwa pasien Irianto Ibrahim adalah Positif COVID-19.
BERITA POPULER


Hal ini di duga karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang apa itu Rapid Test dan PCR atau Swab Test, sehingga memunculkan sejumlah spekulasi di kalangan masyarakat, hasil Rapid Test bukanlah Positif tapi reaktif, dimana sample darah yang diambil dan dideteksi terjadi reaksi imun, yang bisa jadi disebabkan penyakit lain yang diderita pasien, dan bukan berarti Positif COVID-19, Rapid Test bukan alat deteksi COVID-19, hanya alat deteksi awal reaksi tubuh, akibat kesalahan pemahaman masyarakat akan hasil Rapid Test, berdampak pada pihak keluarga yang dikucilkan, apalagi dengan adanya pelaksanaan pemakaman Jenazah yang mengunakan Protocol Kesehatan COVID-19.
Terkait hal ini pihak keluarga meminta, pihak Gugus Tugas Provinsi dan Kota Gorontalo hingga Gugus Tugas Kelurahan Heledulaa Selatan dapat mensoaialisasikan hal ini kepada masyarakat sehingga tidak berdampak pada kondisi psikis keluarga, demikian di katakan Jefri Lasande selaku anak mantu dari Almarhum Irianto Ibrahim.
Selain Jefri Lasande, Ronaldo Ali yang berprofesi sebagai wartawan yang berdomisili di Kelurahan Heledulaa Selatan dan juga selaku keluarga Almarhum berharap Pemerintah benar-benar memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak ada lagi pihak yang dirugikan akibat issu-issu dan kabar-kabar miring dikalangan masyarakat jika ada informasi hasil Rapid atau pemakaman mengunakan protokol COVID-19, masyarakat yang tidak paham sering mengucilkan bahkan menyebarkan informasi-informasi spekulasi dikalangan masyarakat lainnya, sehingga pihak keluarga sering dikucilkan. (0N4L/RF)




























