Baru Tujuh Bulan Menjabat Danrem 133/NW, Brigjen TNI Bagus Berhasil Meloloskan Dua Putra Daerah Gorontalo Di Akmil

69
Danrem 133/NW Saat Foto Bersama Danlanal Gorontalo Dengan Dansat Radar Kwandang
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, MA yang baru berjalan tujuh bulan menjabat sebagai Komandan Korem 133 Nani Wartabone sudah berhasil meluluskan dua orang putra daerah asli Gorontalo, yaitu Daffah Adilah Wartabone dan Taufik Akbar Wirabakti.

Dua warga Gorontalo yang berhasil menyelesaikan pendidikan Chandradimuka ini sebenarnya sudah 3 bulan yang lalu mereka dinyatakan lulus, kemudian mereka melaksanakan pendidikan dasar dan baru kemarin itu mereka berdua dilantik menjadi Taruna.

Danrem 133/NW saat diwawancarai via sambungan telepon menjelaskan bahwa
sejak pelantikan kemarin maka mereka berdua sudah resmi statusnya sebagai Taruna dan ini merupakan kepuasan bagi pihak Korem 133/NW beserta jajaran dalam rangka membina masyarakat Gorontalo untuk bisa bergabung menjadi prajurit TNI, salah satunya melalui jalur Akademi Militer.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada yang bersangkutan atas usaha dan jerih payahnya mengikuti seleksi selama ini dan telah berhasil melewatinya dengan baik, sehingga mereka bisa berhasil mengikuti pendidikan pertama ini, mudah-mudahan 3 tahun kedepan mereka mampu menyelesaikan pendidikan hingga menjadi seorang Perwira TNI,” tutur Brigjen Bagus.

70
Brigjen Bagus Antonov Hardito, MA Saat Foto Bersama Ronaldo Ali Selaku Wartawan Rekamfakta.com

Danrem menceritakan sedikit mengenai seleksi yang memiliki dua tahapan, yaitu Seleksi Daerah dan Seleksi Pusat, untuk seleksi daerah itu dimulai dari Koramil atau Kodim lalu ke Korem diseleksi lagi, lalu kemudian diseleksi lagi di Kodam yang merupakan seleksi terakhir tingkat Provinsi, nanti di Kodam mereka ini berebut tiket dengan semua calon di tiga Provinsi yang di bawah naungan Kodam Merdeka yaitu calon Perwira dari Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Tengah dan khususnya Provinsi Gorontalo, biasanya menurut Danrem hanya 10 sampai 15% yang lulus, kemudian yang berhasil lulus seleksi di tingkat Kodam, lalu kemudian mereka dikirim ke Magelang untuk mengikuti seleksi tingkat pusat, di pusat itu mereka di seleksi lagi dengan semua Calon Perwira dari seluruh indonesia.

“Setelah itu, seleksi tingkat pusat kira-kira hampir 1 bulan, dengan bermacam-macam Tes yang lengkap, mulai dari Tes Administrasi, Psikologi, Kesehatan, Fisik dan lain-lain, lalu kemudian setelah dinyatakan lulus, baru mereka melaksanakan pendidikan militer dasar yang namanya biasa dikenal orang banyak dengan istilah Chandradimuka, bila gagal mengikuti Chandradimuka maka mereka kembali kepada masyarakat, tapi kalau mereka berhasil maka mereka siap dilantik menjadi Taruna, jadi yang kemarin itu mereka berhasil dalam pendidikan Candradimuka dan dilantik menjadi Taruna,” jelas Danrem.

Menurut Brigjen TNI Bagus, dalam pendidikan Chandradimuka ini mereka akan dididik bersama dengan 4 angkatan, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian, mereka ikut pendidikan bersama-sama, makanya ada istilah digodok, mereka semua 4 angkatan ini dilatih di Candradimuka, diukur sampai dimana tingkat kemampuan yang sudah di seleksikan, bagaimana fisiknya, bagaimana mentalnya, Bagaimana kesehatannya, setelah mereka berhasil lolos maka dilantiklah menjadi Taruna seperti kemarin itu.

Setelah menjadi Taruna, mereka yang Angkatan Darat ke Magelang, Angkatan Laut ke Surabaya, Angkatan Udara ke Yogyakarta dan yang Polisi pendidikannya di Akademi Kepolisian di Semarang, mereka ikut pendidikan sesuai dengan angkatan masing-masing selama 4 tahun.

71
Brigadir Jenderal TNI Bagus Antonov Hardito, MA

“Saya sangat bersyukur untuk Provinsi Gorontalo ada 2 orang yang berhasil lolos mengikuti Akmil ini, Kami di Korem beserta jajaran berusaha memberikan sosialisasi dan bagaimana memberikan mereka pemahaman dan menyiapkan mereka supaya bisa mengikuti seleksi sehingga mereka bisa menggali potensi yang mereka miliki, dan akhirnya mereka bisa memenuhi standar seleksi untuk bisa menjadi prajurit TNI-AD, tugas kita itu, sehingga mereka bisa mengeksploitasi kemampuannya dan mereka bisa lolos mengikuti seleksi, dan dua orang ini berhasil membuktikan dia berhasil mengeksploitasi kemampuannya,” sambung Danrem lagi.

“Saya juga sangat mengapresiasi kepada semua Kodim dan Koramil yang telah membuat program yang menurut saya sangat bagus, saya sangat berterimakasih kepada mereka semua karena mereka semua yang berhadapan langsung dengan para pendaftar dan mereka juga yang menyiapkan semuanya dengan baik,” tukas Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, MA. (0N4L/RF)