Dugaan Tidak Transparansi Ratusan DD Pada Kegiatan di Hotel, Berikut Penjelasan BKAD Mananggu

Dsa
Foto Istimewa
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Boalemo Kepala desa se Kecamatan Mananggu dan Badan Permusyawaratan (BPD) Desa serta Bandan Koordinasi Antar Desa (BKAD) melakukan rapat evaluasi terkait pengelolaan anggaran pada pelaksanaan kegiatan orientasi Kades dan peningkatan kapasitas BPD. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Mananggu. Kamis, 1/9/2021

Dalam pertemuan tersebut tidak lain untuk menjawab atau pun mengkalarifikasi terkait apa yang sempat menuai tanya atau ketidak transparansinya soal pengelolaan anggaran pada kegiatan peningkatan kapasitas Kepala Desa dan BPD yang diselenggarakan oleh BKAD di salah satu hotel Kota Gorontalo pada bulan Agustus kemarin.

Camat Mananggu Kasmat Khurudji menyampaikan agar kiranya persoalan ini dihadapi dengan musyawarah mufakat dan bisa menemukan solusi yang terbaik terkait apa yang menjadi polemik pengelolaan anggaran kegiatan disalah satu hotel di kota gorontalo.

Berita terkait :

“Saya mohon maaf saya tinggalkan rapat ini karena pak Kapolsek sudah menunggu saya di Desa Bendungan dalam hal kegiatan vaksinasi, saya harap rapat evaluasi ini bisa melahirkan solusi yang terbaik, diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. ” Harapnya

Kasdin Potutu selaku bendahara Badan Kerjasama Antara Desa (BKAD) yang juga sebagai ketua BPD desa Bendungan pada kesempatan itu menjelaskan bahwa anggaran yang dikumpulkan berkisar pada 207 Juta, dan masing-masing desa 4,500 Juta per orang dengan akumulasi peserta sebanyak 46 orang

3eec02c1 99d7 42b0 84d0 4753805abb30

“Anggaran yang berhasil dikumpulkan itu ada sekitar Rp.207.000.000, masing-masing desa mengadakan Rp 4.500.000 per orang, Rp.2.000.000 Kontribusi dan Rp.2.500.000 untuk hotel, dengan 46 peserta dari 9 Desa se Kecamatan Mananggu.Ungkap Kasdin

Sementara Ketua BKAD Hasana Suronoto menyampikan apa yang menjadi bentuk pertanyaan publik atau sempat diberitakan sebelumnya ketidak transparansian pengelolaan anggaran tersebut, “ Kami menyelesaikan dulu Surat Pertanggung Jawabannya (SPJ) baru kami undang bersama untuk penyelesaian SPJ sekalian penyerahan, sekaligus dengan pengadaan materi yang belum kami lakukan, karena alasan kenapa?, materi masuk nanti pada saat hari H ( Red Pemateri ) melaksanakan materi itu, ” Terang Hasan

“Di Pengadaan masih membutuhkan biaya juga, sehingga saya belum bisa melakukan itu karena masih ada pembiayaan berapa anggaran yang dikeluarkan dipengadaan pembayaran itu, untuk itu kami berharap kepada semua kepala desa, kami minta berapa hari untuk menyelesaikannya dan tentunya kami akan serahkan langsung SPJ sama kepala desa. ” Imbuhnya

Masih kata Hasan usai kembali dari Hotel bersama Romin Muslim “ Alhamdulillah semuanya jelas apa yang menjadi sorotan semua sudah selesai dan terjawab dengan baik bersama pihak hotel, hanya persoalan SPJ nya yang belum selesai dan kami akan selesaikan dalam berapa hari lagi serta kami serahkan SPJ nya ke kepala desa.” Tambahnya

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Buti Jodi Talib dan Kades lainya sepakat masih menunggu hasil surat pertanggung jawaban dari kegiatan tersebut sebagai bentuk kelayakan administrasi yang belum terselesaikan, menurutnya harus ada komunikasi yang harus tetap terjaga dengan baik.

“ Kami menunggu surat pertanggung jawaban (SPJ) dari BKAD, serta mari sama-sama kita bangun komunikasi dengan baik antara sesama.” Ungkap Jodi

Sementara itu, Romin Muslim saat dikonfirmasi kembali terkait apa yang dipertanyakan itu sudah selesai, hanya saja menunggu surat pertanggung jawaban dari BKAD

“Alhamdulillah semuanya sudah klir, dan sudah terjawab dan tinggal menunggu surat pertanggung jawaban dari BKAD.” Kata Romin

Arlan/RF