Gorontalo Ketambahan Kuota 40 Ton/Hari, Rachmat Gobel Minta Pemerintah Menindak Agen Gas LPG Bersubsidi Yang Nakal

U1
Direktur Utama PT. Pertamina, Ir. Nicke Widyawati, MH Saat Bertemu Dengan DR. Rachmat Gobel Di Ruang Kerja Wakil Ketua DPR-RI Di Jakarta
banner 120x600

Rekamfakta.com, Jakarta – Menindaklanjuti masalah yang dikeluhkan masyarakat saat reses di Gorontalo terkait kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi untuk masyarakat kurang mampu, Wakil Ketua Rachmat Gobel didampingi Staf Ahli bertemu Direktur Utama PT. Pertamina Nicke Widyawati di ruang kerja Wakil Ketua DPR RI di Jakarta. (16/10)

Dalam pertemuan tersebut Rachmat Gobel meminta kepada Dirut Pertamina untuk menambah kuota Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi ke Gorontalo, serta menyampaikan beberapa penyebab masalah kelangkaan Gas Elpiji bersubsidi.

U2
Rachmat Gobel Didampingi Staf Ahlinya dr. Charles Budi Doku
U4
Dirut PT. Pertamina – Ir. Nicke Widyawati, MH

“Saya meminta penambahan kuota Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi untuk Gorontalo, karena di beberapa Desa yang saya kunjungi saat reses kemarin, warga mengeluh tentang jumlah pasokan Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi ke Desa mereka hanya 30 tabung setiap minggu, sementara di Desa Karangetan itu ada kurang lebih 200 KK,” ungkap Rachmat Gobel.

Persoalan Gas Elpiji 3 Kg di Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo seakan tak pernah habis-habisnya. Penyebabnya juga berbagai macam, diantaranya sulit memperoleh karena kuota sedikit, harga naik di pengecer, Gas bersubsidi tidak tepat sasaran, dan biasanya orang-orang kaya dengan mudah memperoleh Gas bersubsidi.

“Saya juga meminta kepada Pertamina untuk menindak tegas pangkalan-pangkalan Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi yang nakal, apalagi yang suka main harga. Kasihan rakyat miskin yang menjadi korban dari perbuatan oknum-oknum ini,” tegas Rachmat Gobel.

Politisi NasDem ini juga berharap Pemerintah di Gorontalo ikut berkontribusi memberikan penindakan kepada pangkalan-pangkalan Gas bersubsidi yang nakal, kalau perlu di cabut saja izin usaha pangakalan yang kedapatan melakukan hal-hal yang tidak sesuai aturan.

Seperti yang kita ketahui bersama, kebutuhan Gas Elpiji bersubsidi untuk Provinsi Gorontalo sekitar 110 ton/Hari, namun hingga saat ini kuota tersebut belum bisa terpenuhi.

U3

“Alhamdulillah dengan perjuangan yang dilakukan oleh Kaka Rachmat Gobel, ada penambahan kuota Gas Elpiji bersubsidi sebanyak 40 Ton/Hari yang akan dimulai pada Bulan Januari 2021 untuk Provinsi Gorontalo, dan itu sudah disampaikan oleh Dirut PT. Pertamina,” tutup Staf Ahli Wakil Ketua DPR-RI Carles Budi Doku.

(0N4L/RF)