Laksanakan PKL, GP Ansor Gorontalo Persiapkan Kader Pemimpin di Level Organisasi

Faasfafa
Ketua PW GP Ansor Gorontalo, Risan Pakaya, SH.I (Doc.Rekamfakta)
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Pimpinan Gerakan Wilayah Pemuda Ansor Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), bertempat di Asrama Haji Gorontalo (Jumat/09/07/2021)

Kegiatan PKL ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Anshor, Abdul Rochman melalui sambungan video conference. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan pelatihan  yang dilakukan ini sudah menjadi kewajiban dari Setiap Kader Gerakan Pemuda Ansor yang dibentuk untuk menyiapkan kader Pemimpin -pemimpin di level organisasi terutama masyarakat dan lingkungannya.

795ada6c E000 482d 9623 Ff8079e253c4
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Anshor, Abdul Rochman

“Ini adalah pengkaderan yang terus menerus kita lakukan, bersamaan dengan tingkat dasar dan tingkat nasional yang menjadi kewajiban dari setiap kader gerakan pemuda ansor yang kita proyeksikan, kita dorong, kita bentuk, untuk siap menjadi Pemimpin-pemimpin terutama di level organisasi dan masyarakat di lingkungannya,” Ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Gorontalo DR. H. Syafrudin Baderung, S.Pd., M.pd, kepada media menyampaikan, kegiatan yang dilakukan oleh GP Ansor Provinsi Gorontalo  ini adalah momentum yang baik untuk membangun generasi yang kuat untuk mengurus keumatan, keberagamaan, serta masyarakat bangsa dan negara .  

Syafrudin juga berterimakasih kepada GP Ansor Provinsi Gorontalo yang menumbuhkan semangat pemuda ditengah pandemi. Ia Berpesan bahwa Kementrian Agama, melalui Mentri Agama sedang melakukan program ” Pray From Home ” yaitu berdoa dari rumah.

1ffe6f40 71de 4a7f 89c8 Ec7e0a3befd9
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Gorontalo DR. H. Syafrudin Baderung, S.Pd., M.pd, Saat Di Wawancarai

“ Saya berterimakasih GP Ansor Wilayah Gorontalo mengambil momen ini, pandemi jangan menyurutkan semangat dan pemuda jangan dimatikan semangatnya, Ansor mengambil itu, bahwa mari tumbuhkan semangat pemuda ditengah pandemi, saya tetap berpesan bahwa kementrian agama, melalui mentri agama tengah melakukan program ” Pray From Home ” yaitu  berdoa dari rumah , walaupun kita cuma di rumah, tapi tolong titipkan sekecil doa untuk keselamatan bangsa dan negara ini.” Ujarnya

Pada kegiatan yang sama, Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo Dr.H. Zulkarnain Suleman, M.Hi, melalui sambutannya menyampaikan, sarana pelatihan ini adalah wadah untuk memupuk Kader- kader yang kelak akan menghasilkan generasi terbaik. 

“ Ibarat tanaman, ketika kita mengharapkan hasil yang terbaik dimasa yang akan datang, hari ini kita mulai menabur pupuk, sarana pelatihan ini adalah wadah untuk memupuk Kader-kader kita yang kelak akan menghasilkan Kader-kader terbaik ” Ungkapnya

Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa sebagai warga muhajirin bangga menyambut Mentri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai kader kita .

0934137d D19d 487e 8b0c 311e6bb442fe
Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo Dr.H. Zulkarnain Suleman, M.Hi, Saat Menyematkan Kartu Tanda Kepada Peserta PKL

“Lahirnya beliau tidak serta merta langsung sebagai mentri agama, tapi beliau bekerja keras, Berdarah-darah, berkeringat untuk membangun GP Ansor dari awal”. Jelasnya

Usai kegiatan, Ketua PW GP Ansor Gorontalo, Risan Pakaya, SH.I, saat di wawancarai mengatakan,  bahwa PKL Gerakan Pemuda Ansor ini adalah amanah organisasi yang mesti dilaksanakan diseluruh Wilayah Indonesia khususnya sekarang di Provinsi Gorontalo. 

“ PKL ini menggagas sebuah tema “membumikan Moderasi Beragama Dari Gorontalo Untuk indonesia.” Ke-60 peserta akan diberikan materi tentang ke Ansoran, dan akan diisi dengan bagaimana mereka bisa mengejahwantah untuk mencintai ulama, dan bisa memaknai dirinya sebagai Gerakan Pemuda Ansor Yang Lahir Dari Nahdlatul Ulama.” Jelas Risan

Terakhir disampaikan Risan bahwa selama tiga hari kedepan kegiatan PKL ini akan tetap mengutamakan Protokol Kesehatan, dan peserta yang mengikuti kegiatan harus menunjukan kartu tanda sudah di vaksin.  (Rachmad/RF)