Berita  

‎Rachmat Gobel Tegaskan Komitmen Kemandirian Pangan Lewat Gerakan Kedelai di Gorontalo

Doc. Tim Kerja Rachmat Gobel
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo — Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel, bersama Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, mencanangkan demplot budidaya kedelai di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Kamis (31/10/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian lokal, khususnya pengembangan kedelai untuk mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan kesejahteraan petani.

‎Dalam sambutannya, Rachmat Gobel menegaskan komitmennya menjadikan kedelai sebagai salah satu komoditas unggulan nasional. Ia mengingatkan pentingnya kemandirian pangan yang sudah ia perjuangkan sejak menjabat Menteri Perdagangan.

‎ “Saat saya jadi Menteri Perdagangan, saya menahan impor beras dan berbagai komoditas lainnya. Karena kalau kita terus buka impor, daya tahan petani kita akan melemah. Saya ingin agar pertanian Indonesia bisa mandiri,” tegas Gobel.

‎Politisi Partai NasDem asal Gorontalo itu juga menyoroti persoalan kemiskinan di daerahnya, yang menurut data masih mencapai 65 persen di beberapa wilayah. Ia menegaskan tekadnya untuk fokus membangun sektor pertanian dan ekonomi desa di periode keduanya di DPR RI.

‎“Sebagai orang Gorontalo, saya punya tanggung jawab moral untuk ikut memecahkan masalah kemiskinan di sini. Di periode kedua saya sebagai anggota DPR ini, saya ingin fokus mendorong pertanian dan membangun ekonomi desa,” ujarnya.

‎Kerja sama dengan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, kata Gobel, lahir dari kesamaan visi dalam membangun industri tahu dan tempe berbasis kedelai lokal. Ia menilai Indonesia seharusnya mampu memproduksi kedelai berkualitas tanpa bergantung pada impor.

‎“Pak Ayep ini pelaku industri tahu dan tempe. Saya ini pemakan tahu dan tempe, jadi langsung nyambung. Kalau di Jepang, tempe sudah jadi makanan utama. Kenapa di kita tidak bisa? Karena bahan bakunya, kedelai, masih impor. Ini yang mau kita ubah,” ujar Gobel.

‎Dalam kesempatan itu, Gobel juga memaparkan rencana pembinaan 10 desa di Gorontalo sebagai desa pertanian terpadu, dengan pengembangan komoditas kedelai, kopi, bambu, cokelat, dan kacang tanah. Sebagian desa juga akan diarahkan menjadi desa agrowisata.

‎“Saya ingin desa-desa ini tidak hanya produktif secara pertanian, tapi juga menjadi destinasi wisata berbasis alam dan ekonomi kreatif. Salah satunya melalui program Koperasi Desa Merah Putih yang saya dorong untuk mengelola bibit, pupuk, hingga alat pertanian,” jelasnya.

‎Gobel memastikan dukungan alat pertanian seperti hand tractor dan traktor roda empat akan terus disalurkan kepada kelompok tani dan koperasi. Ia menekankan pentingnya pengelolaan secara koperatif agar manfaatnya lebih merata.

‎“Semua bantuan harus dikelola oleh koperasi. Petani yang menjadi anggota koperasi akan mendapatkan akses modal, alat, dan bibit. Keuntungan koperasi juga akan dibagi kembali kepada anggota. Ini sistem yang sehat dan adil,” tandasnya.

‎Gobel menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh petani untuk menjadikan gerakan tanam kedelai ini sebagai simbol kerja sama antara Gorontalo dan Sukabumi.

‎ “Mari kita mulai dengan niat yang sama. Penanaman kedelai hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi simbol persahabatan dan semangat kemandirian bangsa. Kalau kita kompak, saya yakin Gorontalo akan bangkit,” pungkasnya.

‎***