Berita  

Terkait Dugaan Pemukulan Influenser, AD Ingatkan CBD Dekatkan Diri Kepada “Allah”

Foto : Adhan Dambea (kiri) Charles Budi Doku (Kanan) || Doc. Rekam Fakta
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Adhan Dambea (AD) soroti tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh mantan wakil Walikota Gorontalo, Charles Budi Doku (CBD) terhadap salah satu influenser berinisial ZH.

Dengan tegas Adhan menyampaikan, kalau tidak sepantasnya seorang figur yang dikenal sebagai tokoh masyarakat melakukan tindakan kekerasan atau penganiayaan.

“Pemukulan ini bukan yang pertama kali, sudah berulang kali, dan saya sangat menyesal, sebagai tokoh masyarakat kota, artinya kalau begini sikap dari calon wakil walikota, kasihan rakyat kota Gorontalo”, Terang Adhan, saat diwawancarai pada Rabu (20/11/2024) melalui sambungan WhatsApp.

“Yang lalu saja pernah dia pukul, cuman kan sudah ditarik perkaranya, dilaporkan juga, cuman kan Budi bujuk supaya menarik laporan”, Sambungnya.

Adhan menceritakan, dirinya juga kerap sering menerima kritikan, hujatan, makian, bahkan fitnah dari publik, tetapi dirinya tidak pernah sampai bertindak sejauh itu.

“Jadi mereka bilang ini saya terlalu kasar kan, saya kasar, bicara tidak sopan, pertanyaan sekarang, mana yang baik, bicara kasar atau pukul orang ?”, Tegas Adhan, sambil bertanya.

“Saya tidak pernah marah orang, di bully di tiktok segala macam, bahkan ini beredar, yang 2013 kemarin, saya cuman ketawa, karena katanya saya pencuri aset, nanti dua malam lalu saya lihat videonya, memang boming, mereka ulangi lagi di sebar di wa, ini saya bilang berarti kehabisan bahan”, Jelas Adhan.

Politisi senior yang pernah menjabat sebagai Walikota Gorontalo dan Anggota DPRD Provinsi itu kemudian mengarahkan agar yang bersangkutan (ZH) jangan takut dan melaporkan saja persoalan ini ke pihak kepolisian.

“kalau saya, ZH ini harus melapor secara resmi, supaya jangan seenaknya dia itu main pukul orang. Lebih baik melapor saja, jangan karena pertimbangan macam macam, tapi ini harga dirinya”; Ucap Adhan sembari menambahkan;

“Apa masalahnya dia kasian, kalaupun dia dipukul karena tersinggung dibuat di tiktok atau semacamnya, ya itu resiko sebagai pejabat publik”;

Diakhir wawancara, Adhan mengingatkan agar sebagai calon-calon pemimpin, baiknya harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Artinya kesimpulannya, mereka ini sudah kewalahan, karena ambisiusnya, begitu luar biasa, untuk menjadi walikota dan wakil walikota, mereka lupa kalau jabatan ini adalah hak Allah”;

“Kita boleh saja berusaha berikhtiar, tetapi terakhir kita menyerahkan diri kepada Allah, begitu kalau orang tidak ada agama, takaburnya luar biasa, padahal takabur itu sangat dimurkai oleh Allah SWT”, Tandasnya.

Sebelumnya melalui media ini, CBD sudah mengklarifikasi dan membantah dugaan penganiayaan yang terjadi, CBD juga membuka ruang, agar yang bersangkutan melapor jika merasa dirinya benar.

“Jadi jangan buat hoax hoax, hanya untuk depe konten atau apa, begitu saja saya pe jawaban. Jadi ini anak memang dari dulu dia bilang kita pukul, kita pukul, memangnya kita tukang ba pukul ? baru mo bapukul ini dirame-rame, orang tidak mo dapa lia, kan gila ini. Balapor saja di polisi.” Tutup CBD dengan tegas”.

***