Rekam Fakta, Gorontalo — Keluhan warga Desa Jatimulya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, terkait kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Boalemo yang dilaporkan kerap berubah menjadi hitam mendapat tanggapan dari pihak perusahaan.
Direktur PDAM Tirta Boalemo, Hariyono Bokingo, SE, menjelaskan bahwa petugas Unit Wonosari masih melakukan pencarian titik ujung pipa distribusi. Proses tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan, tetapi titik yang dimaksud belum berhasil ditemukan.
“Memang sudah satu bulan ini, teman-teman di Unit Wonosari sementara mencari titik ujung pipa,” ungkap Hariyono dalam klarifikasinya saat terhubung melalui sambungan WhatsAap, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, jaringan pipa tersebut merupakan bagian dari proyek pemerintah pusat pada 2014. Kondisi lokasi dan posisi pipa yang berada di kedalaman tertentu disebut menjadi kendala dalam proses pencarian.
Menurut Hariyono, setelah titik ujung pipa ditemukan, diperlukan pencucian untuk membersihkan endapan di dalam jaringan distribusi.
“Karena itu perlu pencucian, sebab selama ini memang hanya endapan-endapan di ujung pipa,” jelasnya.
Namun, Hariyono belum menyampaikan kepastian waktu penyelesaian pencarian maupun jadwal pelaksanaan pencucian pipa.
Sebelumnya, warga Jatimulya mengeluhkan kondisi air PDAM yang disebut telah bermasalah selama kurang lebih tiga bulan. Air dilaporkan terlihat bersih pada pagi hari, tetapi kemudian kembali berubah menjadi hitam.
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas rumah tangga, terutama kebutuhan mandi dan mencuci pakaian. Seorang warga mengaku terpaksa menggunakan air galon untuk mandi, sementara kegiatan mencuci harus ditunda ketika air tidak memungkinkan untuk digunakan.
“Sudah sekitar tiga bulan seperti ini. Pagi hari airnya bersih, tetapi setelah itu kembali hitam. Untuk mandi saja harus menggunakan air galon, sedangkan mencuci pakaian terpaksa ditunda,” ungkap warga tersebut.
Selain kualitas air, warga juga mempertanyakan tagihan PDAM yang dinilai cukup tinggi di tengah pelayanan yang dianggap belum memuaskan.
Warga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak PDAM. Berdasarkan penuturan warga, dugaan kebocoran sempat disebut sebagai salah satu penyebab persoalan tersebut. Namun, penyebab pasti perubahan warna air belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Warga berharap PDAM Tirta Boalemo segera menuntaskan persoalan tersebut agar air kembali layak digunakan dan keluhan pelanggan mendapat penyelesaian.


















