BUMDes Tabulo Selatan Dikeluhkan, Kades Diduga Kongkalingkong Jual Aset

Saas
Kantor Desa Tabulo Selatan
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Boalemo – Kepala Desa Tabulo Selatan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Diduga tidak Terang-terangan atau Kongkalingkong menjual aset atau fasilitas berupa mobil Pick Up Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Berawal dari informasi masyarakat di Desa Tabulo Selatan, bahwa anggaran BUMDes yang kurang lebih 300 Jutaan di tahun 2018-2019 hingga sampai saat ini masih tanda tanya besar keuangannya. Dari pengakuan warga setempat, sebut saja Hamid Djingo, penarikan fasilitas berupa mobil Pick Up dari pengurus BUMDes lama diduga telah dijual oleh Kades Tabulo Selatan.

“Anggaran pengelolaan BUMDes ditahun 2019 so tidak jalan, baru ini oto ti Ayah Hais so tarik, baru torang jaga tunggu-tunggu pertemuan ini, kira-kira 2 minggu begitu sudah bergantian pengurus baru, nah heran Pak, Anggota BPD keterwakilan tidak memberitahu ke kami soal rapat itu, terindikasi hanya diam,” Ujar Hamid

Lebih lanjut kata Hamid Djingo, Mobil Pick Up itu telah dijual oleh Kades dengan harga 25 Juta Rupiah. Sesuai Informasi yang diperoleh Hamid, harga mobil yang 25 juta itu telah diputar kembali di BUMDes oleh pengurus yang baru, namun yang sangat disesalkan mereka adalah masyarakat setempat tidak dilibatkan dalam rapat pembahasan terkait BUMDes terdebut.

Sementara itu, Kepala Desa Tabulo Selatan, Hais Halid saat ditemui awak media ini di kediamannya, membenarkan penarikan mobil tersebut, menurutnya pelepasan aset BUMDes itu sudah dikonsultasikan dengan Dinas terkait.

“Soal pengurus BUMDes lama ternyata itu bukan dorang ada beli (Kes) cuma kredit, dorang utang, setelah saya jadi Kepala Desa dorang kan bekeng penguduran diri, setelah itu mo bayar deng apa ini oto, sementara BUMDes tidak ada pendapatan,”Jelas Hais

Disentil soal berapa anggaran yang dikelola oleh pengurus BUMDes lama, Hais enggan membeberkannya, dengan alasan ia tidak mengetahui berkisar berapa anggaran tersebut karena bukan masa pemerintahannya.

“Itu oto pake nama pribadi ketua BUMDes yang lama, artinya kan tidak boleh pake nama pribadi, pelepasan aset saya konstultasi deng ti Ibu Kadis (Red Dinas Terkait) lalu torang musyawarahkan di Desa pelepasan aset, saya tidak tau berapa anggaran 2018-2019 itu,” Ujarnya

Hais Halid mengakui bahwa mobil Pick Up itu telah dijual dengan harga 20 Juta Rupiah, yang menurutnya bahwa aset tersebut tidak produktif lagi, cicilan mobil terus berjalan sementara BUMDes pada saat itu sudah tidak berpenghasilan.

“Iya ada jual, ada lapas ini aset, jadi aset aset menurut saya tidak produktif, artinya somo bayar dengan apa oto ini, sementara BUMdes goyang waktu itu tidak ada hasil. Dorang so mundur, baru beban oto ini saya somo bayar deng apa kan, makanya saya lapas, ada jual, ada laku 20 juta, dan harga oto tetap ke BUMDes ulang yang saat ini.” Ungkapnya

Terakhir Kedes mengatakan, pengurus BUMDes saat ini telah aktif dan usahanya berjalan, dengan penyertaan modal 50 juta yang diambilnya dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2020 kemarin.

Sama halnya yang dikatakan Bendahara BUMDes Tabulo Selatan, bahwa mobil itu telah terjual ke salah satu masyarakat setempat.“ Oto yang dari BUMDes lalu itu, ada itu kwitansi, harga oto itu 20 juta.” Tuturnya

Pernyataan Kades dan Bendahara BUMDes malah berbeda dengan pernyataan si pembeli mobil pic up itu, yang mana, Owan selaku pembeli mengaku bahwa mobil itu telah dibeli dengan harga 25 juta sementara pernyataan Kades dan bendahara, hanya dijual dengan harga 20 juta Rupiah.

“Harga oto yang saya bayar itu 25 juta, dorang tanggung setoran 1 bulan pak.” Jelas Owan

RF/Arlan