Rekam Fakta, Gorontalo – Tim pemberdayaan berbasis masyarakat Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo melakukan beberapa tahapan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, untuk menuju parawisata berkelanjutan di ekowisata pinus motilango.
Agenda pengabdian bersumber dari hibah Direktorat Riset Technologi dan Pengabdian masyarakat Kementerian Riset, technologi, Pendidikan dan kebudayaan republik indonesia itu, diawali dengan koordinasi mitra pengelola ekowisata pinus Motilango yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan kegiatan.
Tim ini terdiri dari tiga (3) orang, dengan ketua ialah Ibu Siti Haisah, ST, MT, dan anggota, Bapak Dr. Ariawan, S.Psi, SE,MM, beserta dengan Bapak Cahya Pradipta Abdussamad, D.Kom, M.Ds.

Setelah melakukan kordinasi maka kegiatan pertama yang dilakukan adalah Pelatihan penyusunan paket atraksi dan aktifitas wisata. Hasil dari pelatihan ini didapatkan bahwa potensi wisata yang perlu di kembangkan dan dilaksanakan adalah mengabungkan potensi keindahan alam dan pertunjukan seni traditional berupa atraksi seni music dan Tari.
Tim Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Universitas Ichsan Gorontalo bersepakat dengan Mitra akan melakukan kegiatan atau aktraksi budaya berupa Festival Gambusi dan Festival tari traditional di Ekowisata Pinus Motilanggo.
Tim PKM Unisan melakukan pendampingan penyusunan, pembuatan paket atraksi dan aktifitas wisata Potensi daya tarik alam dan budaya yang di pilih dijadikan paket wisata dibuatkan anggaran dan tehnis pelaksanaannya. yang akan dilaksanakan pada bulan September dan bulan oktober 2023.

Selanjutnya kegiatan yang telah dilakukan pada awal agustus 2023 yaitu Pelatihan mengali potensi usaha dan manajemen Usaha. dengan Pemateri Ibu Eka Zahra Solikahan, SE, MM, didampingi oleh kordinator bidang Manajemen Bapak Dr. Ariawan, S.Psi, SE, MM.
Antusias pengelola, masyarakat dan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang hadir dan berdiskusi. Peserta kurang lebih sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari unsur pengelola, Masyarakat dan tokoh adat serta mahasiswa.
Tujuan tahap ini adalah untuk lebih memantapkan pengetahuan, wawasan masyarakat terhadap potensi di kawasan sebagai suatu kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi.
Hasil dari pelatihan ini adalah berupa peningkatan pengetahuan dan pemahaman Pengurus dan anggota ekowisata pinus motilango, masyarakat dan mahasiswa untuk menggagas dan menumbuhkan usaha berdasarkan potensi sumber daya alam yang dimiliki seperti buah, daun, ranting, batang pinus serta kelapa yang banyak di jumpai di kawasan ekowisata pinus motilango menjadi suatu produk yang bernilai ekonomi.
Setelah menentukan potensi sumber daya alam yang akan dikembangkan, maka Tim Pemberdayaan berbasis masyarakat Unisan mendampingi mitra untuk membentuk Unit Bisnis dibawah naungan Ekowisata Pinus Motilango yang akan mengelola usaha-usaha kreatif dalam memproduksi cindera mata.
Unit Usaha yang telah di sepakati di namakan “Motilango Art Craft”. Selanjutnya pengelola Ekowisata membuat Surat Keputusan tentang Pengurus Unit usaha Motilango Art Craft yang dibentuk tersebut.

Untuk menunjang operasional unit usaha Motilango Art Craft maka Tim Pengabdian memberikan bantuan berupa peralatan produksi (tool kit) berupa alat-alat untuk membuat kerajinan (souvenir). Peralatan dasar untuk menunjang industry kreatif berupa mesin potong kayu, jigsaw portable, mesin serut kayu, mesin gergaji ukir, mesin amplas, mesin bor, mini grinder (bor tangan), mesin router, solder, lem kayu, pernis (mowilex) dan lain-lain.
Peralatan tersebut diharapkan menjadi pendorong bagi pengelola dan masyarakat serta mahasiswa untuk mengaplikasikan ide-ide kreatifitasnya untuk menciptakan nilai tambah (ekonomi, social, budaya, lingkungan) berdasarkan sumber daya alam dan kearifan local.
Pada Akhir Agustus 2023, kembali diadakan pelatihan pembuatan Produk Inovatik Khas (Cindera mata) dari buah, daun, ranting, batang pinus serta kelapa sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah dan membuat Produk inovatif khas. Hasil pelatihan dan praktek ini menghasilkan beberapa produk seperti Gantungan Kunci, Pot bunga, Bunga, Bingkai dan lain-lain.

Dari kegiatan-kegiatan tersebut bapak Saleh A Pakaya sebagai ketua Ekowisata Pinus Motilango sangat berterima kasih kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Riset, Tehnologi, Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang telah memberikan anggaran kepada Tim Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Universitas Ichsan Gorontalo pada Program Kemitraan Masyarakat tahun 2023 yang telah menyusun program kegiatan yang sangat dibutuhkan oleh Ekowisata pinus motilango dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan dan masyarakat desa Motilango dalam meningkatkan perekonomiannya.
Sedangkan Bapak Dr. Ariawan, S.Psi, SE, MM mengatakan bahwa semangat dari pembentukan Ekowisata Pinus Motilango sejak tahun 2020 lalu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Ekowisata Pinus Motilango.
Maka kami sebagai pendukung inisiasi pembentukan Ekowisata Pinus Motilango berkewajiban untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam mengembangkan ekowisata pinus Motilango agar mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat Desa Motilango.
Kegiatan-kegiatan dalam pemberdayaan selanjutnya akan kami dampingi agar program-program yang kami susun dapat terlaksana dan tercapai sesuai tujuan yang telah di tetapkan.
Mitra Bidang Informasi dan Publikasi Unisan Gorontalo
***/RF




























