Berita  

Rachmat Gobel Dorong Revitalisasi Bundaran Panua, Siap Jadi Ikon Wisata Malam Pohuwato

banner 120x600

Rekam Fakta, Pohuwato – Bundaran Panua yang selama ini dikenal sebagai salah satu landmark Kabupaten Pohuwato segera tampil dengan wajah baru. Melalui program revitalisasi kawasan yang tengah disiapkan, ikon daerah tersebut dirancang menjadi ruang publik yang lebih menarik, modern, dan bernilai estetika tinggi.

Rencana penataan itu mencuat saat Anggota DPR RI Dapil Gorontalo dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pohuwato bersama Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dan Wakil Bupati Iwan S. Adam. Dalam kunjungan tersebut, mereka meninjau langsung kondisi Bundaran Panua yang berada di kawasan Blok Plan Perkantoran Pohuwato, Minggu (13/6/2026).

Menurut Rachmat Gobel, revitalisasi Bundaran Panua tidak hanya berfokus pada pembenahan fisik, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan identitas baru yang mampu memperkuat citra daerah. Salah satu konsep yang akan dihadirkan adalah pemasangan ratusan lampu hias yang akan mempercantik kawasan pada malam hari.

“Bundaran Panua harus menjadi ruang publik yang hidup dan memberi kebanggaan bagi masyarakat. Dengan penataan yang baik serta dukungan pencahayaan yang menarik, kawasan ini dapat menjadi destinasi wisata malam yang nyaman dan memikat,” ujar Gobel.

Ia menambahkan, kehadiran elemen pencahayaan dan ornamen dekoratif diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih estetik sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Pohuwato. Dengan demikian, Bundaran Panua tidak hanya berfungsi sebagai titik lalu lintas, tetapi juga menjadi tempat berkumpul, bersantai, dan menikmati suasana kota.

“Ketika malam tiba, kawasan ini akan memiliki daya tarik tersendiri. Kami ingin menghadirkan ruang yang dapat dinikmati masyarakat sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Pohuwato,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Saipul A. Mbuinga menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan Rachmat Gobel terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam upaya mempercantik kawasan strategis di ibu kota kabupaten.

Menurut Saipul, Bundaran Panua memiliki nilai historis dan simbolik yang sangat kuat karena menampilkan ikon Burung Maleo atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Burung Panua. Satwa endemik tersebut menjadi identitas Kabupaten Pohuwato dan mencerminkan kekayaan alam yang dimiliki daerah.

“Burung Maleo merupakan salah satu kekayaan hayati khas Pohuwato yang telah lama menjadi simbol daerah. Karena itu, keberadaan Bundaran Panua memiliki makna penting bagi masyarakat dan perlu terus dijaga serta dikembangkan,” kata Saipul.

Ia optimistis revitalisasi yang direncanakan akan semakin memperkuat posisi Bundaran Panua sebagai landmark kebanggaan masyarakat Pohuwato, bahkan berpotensi menjadi salah satu ikon kawasan paling menarik di wilayah barat Provinsi Gorontalo.

Saat ini, Bundaran Panua telah menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk bersantai dan berfoto. Dengan konsep penataan yang lebih modern dan estetis, kawasan tersebut diyakini akan semakin ramai dikunjungi masyarakat serta memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.

“Kami mengapresiasi dukungan dan perhatian Bapak Rachmat Gobel terhadap kemajuan Pohuwato. Semoga rencana ini dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutup Saipul.

Revitalisasi Bundaran Panua diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat wajah ibu kota Kabupaten Pohuwato sekaligus menghadirkan ruang publik yang representatif, nyaman, dan membanggakan bagi seluruh masyarakat. Dengan penataan yang lebih baik, kawasan ini berpeluang tumbuh menjadi pusat aktivitas sosial, destinasi wisata, serta penggerak ekonomi daerah di masa mendatang. (Red)