Rekam Fakta, Gorontalo — Di tengah riuhnya persiapan pemilihan Ketua KONI Kabupaten Gorontalo, sebuah dukungan lantang dan tak biasa datang dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD). Ketua AMMPD, Arif Rahim, secara tegas menyatakan dukungannya kepada Jefry Rumampuk sebagai sosok paling layak untuk memimpin KONI.
Namun dukungan ini bukan sekadar formalitas. Dalam wawancara Sabtu malam, Arif menuturkan alasan yang tajam: “Menjadi Ketua KONI bukan sekadar mengelola organisasi, ini ladang pengabdian. Kalau ada yang hanya bermodalkan ambisi tanpa rekam jejak, sebaiknya mawas diri saja. KONI bukan tempat uji coba untuk jiwa karbitan.”
Pernyataan ini jelas menyentil para kandidat yang dinilai tak memiliki konsistensi atau rekam jejak nyata dalam membangun dunia olahraga. AMMPD menegaskan bahwa mendukung Jefry bukan soal kedekatan personal, melainkan karena kapasitasnya yang terbukti mampu membangun komunikasi lintas sektor, serta memiliki visi diplomatis yang dibutuhkan dalam memimpin lembaga strategis seperti KONI.
“Kami ini aliansi yang tak ingin hanya jadi penonton. Selama ini orang pikir mahasiswa hanya peduli soal isu hukum dan politik. Tapi tidak, kami juga peduli olahraga. Dan kami menilai Jefri adalah sosok muda, energik, yang mampu mengintervensi penganggaran dan mendorong peningkatan prestasi cabang olahraga,” tambah Arif.
Tak hanya itu, AMMPD juga menyindir kondisi olahraga di Gorontalo yang dinilai stagnan. “Penduduk kita banyak, tapi optimalisasi olahraga sangat minim. Kita butuh terobosan. Butuh pemimpin yang bukan cuma duduk di meja, tapi bekerja nyata di lapangan,” tegasnya.
Dukungan ini menjadi pukulan telak bagi pihak yang hanya mengandalkan popularitas semata dalam bursa calon ketua KONI. AMMPD juga menyerukan agar seluruh cabang olahraga di bawah naungan KONI bersatu mendukung pemimpin yang punya visi kolektif, bukan sekadar mengandalkan “aura pemimpin”.
“Olahraga bukan bisa dibangun dengan ego, tapi dengan kolaborasi. KONI bukan panggung personal, tapi rumah besar bagi semua cabang olahraga. Kalau ingin maju, semua harus kerja, bukan hanya gaya,” pungkas Arif.
























