Permudah Pelayanan Investasi Industri dan Pertambangan di Gorontalo

banner 120x600

Penulis : Afandi Djafar : Ketua Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama

Rekam Fakta, Gorontalo – Pelayanan kebijakan & Regulasi teknis Investasi sektor industri dan pertambangan. Harus benar-benar di laksanakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Agar para investor di Gorontalo betah menginvestasikan dana mereka di Gorontalo. Kami menilai pertumbuhan investasi di Gorontalo belum di integrasikan dengan potensi Sumber daya Alam di Provinsi Gorontalo.

Sektor Industri & Pertambangan di Gorontalo melemah, bahkan pertumbuhan nya cenderung pasif. Pemerintah Provinsi Gorontalo lebih serius lagi mempermudah kesiapan pelayanan kebijakan dan regulasi teknis.

Seperti kita ketahui, nilai investasi di Provinsi Gorontalo pada tahun 2022 mencapai Rp2,59 triliun. Capaian tersebut sebesar 97,4 persen dari total target investasi tahun 2022 senilai Rp2,66 triliun.

Dari total nilai investasi tahun 2022, capaian terbesar adalah Penanaman Modal Asing (PMA). Nilai PMA tahun 2022 sebesar Rp1,48 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), realisasinya Rp1,11 triliun.
Dikutip dari online RRI.co.id, 14-02-2023.

Di sisi lain. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif pada press rilis pertumbuhan ekonomi,
Ekonomi Gorontalo triwulan II-2023 terhadap triwulan II-2022 (year on year) tumbuh sebesar 4,25 persen. dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 11,25 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 5,97 persen.

Jika diperlihatkan perbandingan antar pulau, Sulawesi mengalami pertumbuhan paling tinggi sebesar 6,64 persen. Hal itu didominasi oleh pertambangan dan industri, namun di Provinsi Gorontalo tidak memiliki keduanya.

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo saat ini dipengaruhi oleh perdagangan yaitu penjualan kendaraan bermotor. Sektor industri kita cukup kecil bahkan pertumbuhannya negatif. Ini yang membedakan, di Provinsi Gorontalo ekonominya itu dominan pertanian tapi tumbuhnya kecil, sementara perdagangan lumayan berada diurutan kedua dengan pertumbuhan sebesar 11,25 persen”,

***/RF