Seorang Pria Di Gorontalo Utara Menjadi Korban Pembacokan

Sdki
Foto Istimewa
banner 120x600

Rekamfakta.com, Gorontalo Utara – Nasib malang menimpa seorang pria paruh baya, warga Desa Bulango Raya, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara. Dihari raya idul fitri yang menjadi momen untuk silaturahmi bersama keluarga dan saling memaafkan antar sanak saudara, dirinya justru menjadi korban penganiayaan. Senin, (25/05/2020).

Menurut informasi yang dihimpun oleh media ini. Pria yang diketahui berinisial II (40) yang berprofesi sebagai nelayan itu, dianiaya oleh keponakannya sendiri EL (17) yang juga warga Desa Bulango Raya, dengan menggunakan sebilah parang (Samurai).

Sd
Petugas Saat Mengamankan Barang Bukti

Peristiwa itu berawal dari, saat korban bersama teman-temannya sedang asik berpesta minuman keras (Miras). Kemudian pelaku dan korban terlibat perkelahian yang hingga berujung, pelaku membacok korban dengan parang (Samurai) di bagian belakang korban.

Alhasil, tubuh bagian belakang korban mengalami luka sobek yang cukup serius. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga, setelah keduanya berhasil dilerai oleh warga, saat saling adu pukul setelah pelaku membacok korban.

Satuan Reskrim Polres Gorontalo Utara saat menerima informasi tersebut, segera meluncur ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), dengan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, AKP. Syang Kalibato, untuk mengamankan situasi dan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara AKP. Syang Kalibato menjelaskan, pihaknya setelah menerima informasi tentang kejadian tersebut, segera turun ke lokasi TKP, dan langsung mengamankan situasi dan pelaku,

“Kami mendengar informasi kejadian ini segera turun ke TKP untuk mengamankan situasi, dan untuk pelaku bersama barang bukti sebilah pedang Samurai, sudah kami amankan. Selanjutnya pelaku akan kami mintai keterangannya terkait kejadian ini, guna proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas Syang.

Sementara itu, Kapolres Gorontalo Utara AKBP. Dicky Irawan Kesuma menuturkan. Dirinya sangat menyayangkan peristiwa ini terjadi, apalagi peristiwa ini terjadi disaat hari raya Idul Fitri,

“Saya sangat menyayangkan, peristiwa yang tak diharapkan ini terjadi. Sebab di hari yang fitri ini, kita seharusnya saling silaturahmi, saling maaf-maafan meski dengan cara yang tak harus bertatap muka, mengingat situasi saat ini yang sedang darurat Covid-19. Bukan malah berbuat hal-hal yang tidak baik apalagi pesta miras, yang hanya akan menimbulkan kerugian,” tuturnya.

Dicky juga menambahkan, dirinya berharap masyarakat membatasi aktivitas yang tidak terlalu penting, mengingat saat ini pemerintah sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),

“Saya berharap, masyarakat tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting, mengingat saat ini pemerintah sedang menerapkan PSBB, dalam upaya menekan laju peningkatan kasus baru pandemi Covid-19. Jauhi yang tidak bermanfaat, terlebih yang dapat menggangu kemanan dan ketertiban,” tutupnya. (MYP/RF)