Rekamfakta.com, Kabupaten Boalemo – Para Demonstran yang mengatas namakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Jatimulya (APMJ) menggelar aksi unjuk rasa dari Desa Jatimulya sampai didepan Kantor Camat Wonosari. Selasa 13/10/2020
Masa aksi ini menuntut adanya dugaan penyelewengan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jatimulya, yang dulunya sangat maju dari semua unit usaha, namun hari ini mereka menilai semua unit usaha itu telah mandeg.
Mispani Cahyono, salah seorang masyarakat Jatimulya yang menjadi orator aksi yang digelar pada hari itu. Ia bersama masa aksi meminta dan mendesak Pemerintah Kecamatan bahkan Inspektorat, segera menindak lanjuti persoalan BUMDes ‘Amanah’ Jatimulya yang diduga sudah mencapai “Miliaran Rupiah” sejak awal penyertaan modal sampai dengan keuntungan dari semua unit usaha, tidak transparan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan dihadapan masyarakat Desa Jatimulya.
“ Kami Masyarakat Jatimulya sangat menyayangkan, uang Rakyat yang dikelolah oleh Badan Usaha yang begitu majunya kemarin, kini sudah tidak ada lagi, begitu kami koroscek dilapangan sudah tidak berjalan lagi. Entah kenapa, sudah mereka kemanakan modal usaha yang begitu banyak, saya hanya bisa menangis, dari 51 ekor sapi, sekarang tinggal 1 ekor, belum lagi jenis usaha lain seperi bebek dan lobster, semuanya telah mandeg dan uangnya kami duga telah diselewengkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.” Teriak Mispan lewat orasinya
Didepan Kantor Camat, Eko, salah seorang orator juga meminta Camat Wonosari agar Kades dan Ketua BUMDes Jatimulya diperhadapkan dengan mereka masa aksi pada kesempatan itu.

“ Kami meminta kepada Bapak Camat, agar mengundang kades dan ketua bumdes Jatimulya bisa berhadapan dengan kami, menjelaskan semua keuangan bumdes yang samapi sekarang sudah tidak jelas lagi”, Tegasnya
Dari pantauan awak media ini, para demonstran itu menginginkan seluruh keuangan dari sejak awal penyertaan modal ke BUMDes Amanah, bisa dipertanggung jawabkan dan dikembalikan dihadapan masyarakat Jatimulya. Mereka juga meminta agar persoalan ini, disikapi serius oleh Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Apip).
Sementara itu, Camat Wonosari Lukman Amu menerima masa aksi tersebut, menyampaikan persolan ini belum masuk ke dia, hanya saja kata Lukman, hal ini baru berdasarkan isu-isu (mulut kemulut) dan belum ada lapora secara resmi. Lebih lanjut Lukman mengatakan, jika masyarakat mepunyai bukti dan data yang lengkap, Ia menyarankan dan mendukung bahwa hal tersebut dilaporkan secara resmi di Apip Atua APH.
“ Kami sangat bersyukur masyarakat Jatimulya sudah mengangkat persoalan ini, saran kami, kalau bapak-bapak mempunyai bukti dan data-data yang Riil, silahkan buat laporan secara resmi kepada kami dan kami akan tindak lanjuti ke Inspektorat, atau langsung ke Kepolisan, dan kami siap mengawal jikalau hal ini ada terindikasi korupsi Dana Desa khusunya BUMDes, maka yang tersangkut bersiaplah untuk berhadapan dengan pihak Penegak Hukum,” Tutur Lukman
Camat Wonosari itu kembali mengatatakan, bahwa pihaknya selalu dan hentinya memberikan pembinaan, pengawasan evaluasi kepada Kepala Desa. Ia juga didepn masa aksi menyinggung kasus yang belum lama ini terjadi di Desa Sukamulya, dugaan penyelewengan Dana Desa 700 juta.
“ Seperti yang terjadi di Desa Sukamulya, ada penyelewegan dana 700 juta, itu sekarang sementara di proses di APH, Kami sudah cukup memberikan pembinaan kepada kepala desa dalam hal pengelolaan dana desa ini, namun ketika ada dugaan korupsi, dikumpulkan semua bukti dan serakan kepada pengak hukum, kami akan kawal.” Ungkap Lukman didepan para demonstran
Dari infomasi yang diperoleh, BUMDes Amanah Desa Jatimulya, adalah Badan Usaha yang maju di Provinsi Gorontalo, bahkan sampai ketingkat Nasional. BUMDes Jatimulya pernah menjadi tempat studi banding dari BUMDes Desa-desa lain, bahkan pernah juga dikunjungi langsung oleh Mentri Sosial.
RF/Neff























