Rekamfakta.com, Kabupaten Boalemo – Aksi pengeroyokan An Hamsin Gusani (HG) yang Dilakukan oleh ayah An Rabi dan Anaknya An Alun (sapaan hari-hari) belum lama terjadi di kecamatan dulupi tepatnya didusun labia, kini mengundang reaksi amarah besar dari keluarga korban.
Kronologis kejadian, Awalnya HG menasehati si Alun dengan nada yang rendah, dikarenakan HG merasa sayang pada keponakannya (Istri Alun) yang sering kali disakiti “dipukul” oleh sang suami (Alun) ketika istrinya kembali mencari nafkah (buruh tebang tebu), omongan HG saat menasehati ini terjadi 2 minggu sebelum kejadin dirinya di keroyok oleh Alun dan Rabi.
Baca juga :
- Tim Cobra Res Gorontalo Kota Dan Polsek Dungingi Bersama Tim Ilato Brimob Berhasil Amankan 10 Anggota Genk “SLABER” Beserta 4 Pucuk Panah Wayer
- Warga Desa Mootinelo, Diduga Menjadi Korban Penganiayaan
- Wakil Ketua MPR-RI Kunjungi Polda Gorontalo, Kapolda : Tidak Ada Kompromi Pada Narkoba, Termasuk Anggota Polisi Akan Saya Tindak Tegas
- Rencana Nelson Pomalingo Melaporkan Salah Satu Media Online Ditanggapi Aktivis Muda
- Nanang Latif Mengecam, Pejabat Gorut Tidak Menempati Rumah Dinas
- Polsek Kota Timur Dan Babinsa Serta Lurah Heledulaa Selatan Lakukan Pembongkaran Tempat Nongkrong Untuk Konsumsi Miras
- Nanang Latif : Gorut Tidak Hanya Tidur, Tetapi Mengigau
- Kotroversi Rencana Pelatihan UMKM-TTG Home Industri Pangan Gorontalo Utara
- Dugaan “Pemalsuan Suket” Pemilik Cafee Nepa Logpon Dilaporkan Ke Polda Gorontalo
“Saya cuma kasih nasehat pak, karena sangat kasihan dengan keponakan saya yang sering disakiti, (longola yio mahemo mate-mate hiyalumu odito, atiolo hiyalumu ti uti ma hemate lo hemo pehu bo hepate-patemu odito, wanu madidu otoliangumu tiyo, lato depita to mongo dulaa liyo, bo mahe patelo odito uti). tutur HG dengan bahasa gorontalo, artinya, kenapa kau selalu menyakiti istrimu, kasihan ya istrimu sudah banting tulang mencari rezeki sampai dirumah kau “pukul”, kalau memang kau sudah tidak sayang lagi, silahkan antar saja ke orang tuanya” Ungkap Hamsin Kepada Awak media.
Hamsin Gusani kembali menjelaskan, Pada hari sabtu kemarin 14/03 dirinya diajak oleh temannya untuk berkunjung ke dusun labia untuk minum “minuman keras”, awalnya dirinya tak mau karna mengingat waktu sudah masuk malam, dengan berbagai macam cara “ajakan” dari temannya, HG pun ikut ke dusun labia.
Singkat cerita ” setelah sampai disana pak, saya dan teman saya tadi, diajak minum oleh Rabi dan Alun, tidak tau kenapa tiba-tiba mereka berdua sudah keroyok saya, dan saya pikir ini tidak ada masaalah dengan mereka, karena sudah terhitung keluarga”. Jelasnya
Dari potongan video amatir yang dikirim oleh keluarga korban ke redaksi Rekam Fakta, terlihat 2 orang yang “mengeroyok” HG, ada yang juga yang melerai namun tak diabaikan, HG pun sempat melakukan perlawanan, namun apalah daya, (2 banding 1) sehingga wajah HG babak belur.
“Untung saja masih sore pak, dan banyak orang, kalau tidak ada yang melerai, dorang so kase mati disitu saya, sedangkang itu masih dia riki siram dengan air saya”. Ujar HG
Mardin Gusani kakak korban ketika diwawancarai membenarkan hal tersebut, bahkan dirinya sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Dulupi pada hari itu juga.
“Kami sudah suru Visum, bahkan sudah dilaporkan ke polsek dulupi dan sudah dimintai keterangan”. Bebernya
Kapolsek Dulupi Iptu Darli Sitinjak, saat dimintai keterangannya lewat via telepon/ WhatsApp 21/3 terkai dengan insiden ini, ia membenarkan bahwa sudah sudah ada laporan sabtu malam kemarin, dan sementara kami tindak lanjuti.
“Benar ada kejadinnya di dulupi, laporannya sudah masuk ke kami, dan sekarang ini sementara kami sudah turunkan penyidik untuk melakukan penyelidikan dan selain memintai keterangan daripada si korban kami juga sudah mengundang beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut, ” Tutupnya. (RF01)























