Rekamfakta.com, Provinsi Gorontalo – Postingan Akun Rion Kaluku dimedia sosial tentang kritikan adanya nama Bank Sulutgo di Pakaya Tower, yang diarahkan kepada Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. Mengundang tanggapan dari Bendahara Umum Angkatan Muda Indonesia Raya (AMIRA) Provinsi Gorontalo Maimun Usman, Jum’at, (20/03/2020).
Menurut aktivis yang akrab disapa Vidya ini, kritikan yang disampaikan melalui akun facebook Rion Kaluku di Grup Portal Gorontalo itu, dinilai olehnya tidak elok dan tidak mengedepankan etika, yang sepatutnya diperhatikan dalam mengkritisi, apalagi kepada seorang khalifah.
Baca juga :
- Tim Cobra Res Gorontalo Kota Dan Polsek Dungingi Bersama Tim Ilato Brimob Berhasil Amankan 10 Anggota Genk “SLABER” Beserta 4 Pucuk Panah Wayer
- Warga Desa Mootinelo, Diduga Menjadi Korban Penganiayaan
- Wakil Ketua MPR-RI Kunjungi Polda Gorontalo, Kapolda : Tidak Ada Kompromi Pada Narkoba, Termasuk Anggota Polisi Akan Saya Tindak Tegas
- Rencana Nelson Pomalingo Melaporkan Salah Satu Media Online Ditanggapi Aktivis Muda
- Nanang Latif Mengecam, Pejabat Gorut Tidak Menempati Rumah Dinas
- Polsek Kota Timur Dan Babinsa Serta Lurah Heledulaa Selatan Lakukan Pembongkaran Tempat Nongkrong Untuk Konsumsi Miras
- Nanang Latif : Gorut Tidak Hanya Tidur, Tetapi Mengigau
- Kotroversi Rencana Pelatihan UMKM-TTG Home Industri Pangan Gorontalo Utara
- Dugaan “Pemalsuan Suket” Pemilik Cafee Nepa Logpon Dilaporkan Ke Polda Gorontalo
“Mengkritik itu seharusnya tetap menggunakan bahasa yang santun, dan tetap mengedepankan etika. Apalagi yang dikritisi itu adalah khalifah, khalifah saya dan seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo umumnya, jangan dengan memaki-maki, itu tidak beradab,” tutur Vidya.
Lebih lanjut Vidya menjelaskan, dalam kehidupan berdemokrasi, kritikan itu merupakan hal yang lumrah. Jika ada kebijakan pemerintah ataupun seorang pemimpin yang keliru, silahkan mengkritik tanpa mengurangi nilai-nilai etika dalam menyampaikan pendapat dihadapan umum
“Dalam kehidupan berdemokrasi, kritikan itu lumrah, tetapi kita tetap harus beradab, sebab adab itu lebih tinggi daripada ilmu. Silahkan mengkritik jika pemerintah atau pemimpin kita keliru, tanpa harus menciderai nilai-nilai adab dan etika dalam menyampaikan hak berpendapat dihadapan umum,” ujar Vidya.
Vidya juga menambahkan, selaku masyarakat Kabupaten Gorontalo dirinya merasa tersinggung dengan postingan itu, sebab sudah tidak bisa lagi diartikan sebagai kritikan namun telah mengarah kepada penghinaan dan pencemaran nama baik seorang pemimpin,
“Selaku warga Kabupaten Gorontalo saya merasa tersinggung, sebab yang dikata-katai dengan kasar itu adalah pemimpin saya juga. Ini sudah bukan lagi kritikan, tetapi sudah penghinaan dan pencemaran nama baik. Saya harap polisi bisa mengusut akun Rion Kaluku pempilik postingan itu,” pungkasnya. (red/RF)




























