Berita  

Bau Tak Sedap dari Genangan Ganggu Rumah Warga, Penyelesaian Persoalan di MTsN 02 Boalemo Dipertanyakan

Gambar Ilustrasi (Doc. Rekam Fakta)
banner 120x600

Relam Fakta, Gorontalo — Persoalan genangan air yang disebut menimbulkan bau tak sedap hingga merembes ke area rumah warga di sekitar MTsN 02 Boalemo kembali menjadi perhatian. Warga mempertanyakan tindak lanjut penanganan persoalan tersebut, sementara pihak sekolah menyatakan telah melakukan langkah penanganan setelah menerima laporan.

Pemilik rumah, Ahmad K. Musa, saat diwawancarai Media Rekam Fakta pada 2 September 2026, mengatakan persoalan bermula dari air yang menggenang di sekitar lingkungan sekolah. Kondisi tersebut, menurut Ahmad, menimbulkan bau tidak sedap dan air kemudian merembes hingga ke sekitar rumahnya.

Ahmad mengaku telah berupaya menyelesaikan persoalan itu melalui komunikasi dengan pihak sekolah. Ia juga menyampaikan keluhannya kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Boalemo, Hamkah Boyola.

Menurut Ahmad, setelah diarahkan untuk berkoordinasi kembali dengan pihak sekolah, dirinya menemui Kepala MTsN 02 Boalemo, Aprianto Mole. Dalam pertemuan tersebut, Ahmad menunjukkan bagian yang menurutnya menjadi jalur masuknya air ke sekitar rumah.

Ahmad menyebut pihak sekolah sempat menyampaikan adanya rencana bantuan atau penanganan. Namun, menurut keterangannya, lebih dari satu bulan setelah komunikasi tersebut, dirinya masih mempertanyakan tindak lanjut yang dilakukan.

“Sudah lebih dari satu bulan masih baku janji akan ada bantuan,” ujar Ahmad.

Kepala Sekolah: Penanganan Sudah Dilakukan

Keterangan berbeda disampaikan Kepala MTsN 02 Boalemo, Aprianto Mole, saat dikonfirmasi Media Rekam Fakta pada 3 September 2026.

Aprianto mengatakan, pihak sekolah telah menindaklanjuti keluhan warga setelah yang bersangkutan datang menyampaikan persoalan tersebut. Menurutnya, penanganan dilakukan pada bagian saluran yang dinilai menjadi jalur masuknya air ke sekitar rumah warga.

“Alhamdulillah, begitu yang bersangkutan datang ke sekolah, besoknya kita sudah tindak lanjut. Itu juga sudah ada videonya,” kata Aprianto.

Ia menjelaskan, saluran tersebut sebelumnya memang telah dikerjakan oleh pihak pelaksana. Namun, pekerjaan itu menurutnya masih berada dalam masa pemeliharaan dan belum sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah.

Karena itu, Aprianto menyebut sekolah sebenarnya masih menunggu proses penanganan dari pihak yang mengerjakan saluran tersebut. Meski demikian, setelah menerima keluhan warga, pihak sekolah tetap mengambil langkah untuk mengurangi persoalan rembesan air.

Menurut Aprianto, bagian yang dianggap menjadi jalur rembesan telah ditangani dengan menggunakan semen agar air tidak kembali masuk atau merembes ke area rumah warga.

Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti apakah kondisi yang dikeluhkan warga saat ini merupakan rembesan yang sama atau persoalan baru. Terlebih, dalam sekitar dua pekan terakhir dirinya belum kembali melihat langsung lokasi tersebut.

“Kita sudah lakukan penanganan. Saya tidak tahu apakah yang sekarang itu bocor kembali atau bagaimana,” ujarnya.

Aprianto juga menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menangani persoalan lain di sekitar lingkungan sekolah, termasuk melakukan penyedotan pada bagian penampungan air limbah di area asrama dengan mendatangkan jasa penyedotan.

Ia menegaskan, jika ada informasi yang menyebut pihak sekolah sama sekali belum melakukan tindakan, menurutnya hal tersebut perlu diluruskan.

“Kalau dikatakan belum ada tindakan lanjut, mohon maaf, kita sudah melakukan tindakan lanjut,” tegasnya.

Pihak sekolah juga menyatakan siap menunjukkan dokumentasi pekerjaan yang telah dilakukan sebagai bahan klarifikasi mengenai penanganan saluran tersebut.

Kemenag Minta Persoalan Diselesaikan di Tingkat Sekolah

Sebelumnya, Kakan Kemenag Kabupaten Boalemo Hamkah Boyola, saat dikonfirmasi Media Rekam Fakta pada 3 September 2026, menjelaskan bahwa persoalan tersebut terlebih dahulu diupayakan penyelesaiannya melalui pihak sekolah.

Hamkah mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan pihak MTsN 02 Boalemo. Menurutnya, apabila persoalan belum dapat diselesaikan di tingkat sekolah, warga yang terdampak dapat kembali menyampaikan persoalan tersebut kepadanya untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Kalau belum bisa diselesaikan, silakan sampaikan kembali kepada saya. Nanti kita lihat langkah selanjutnya,” ujar Hamkah.

***