Berharap Ada Rumah Sakit Jiwa Untuk Koruptor Di Gorontalo

Sasdaf
Abdul Rajak Babuntai
banner 120x600

Oleh : ABDUL RAJAK BABUNTAI
(Masyarakat Kecil Gorontalo)

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Belakangan jagat media sosial Gorontalo heboh dengan berita yang dilontarkan Jubir Gubernur seperti dilansir dari berita Read.id yang berjudul ” Jubir : Gubernur Gorontalo diusulkan bangun RS khusus orang stress akibat pilkada”

Entah siapa dan berapa banyak orang yang mengusulkan pembangunan RS Jiwa, yang jelas saya tidak melihat data serta identitas pengusul dalam berita itu.

Barangkali jubir Gubernur, sedang bermanuver untuk menyenangkan bosnya ditengah keriuhan publik soal keberlanjutan perkara Pilkada Kabgor yang sebentar lagi akan bersidang di Mahkamah Konstitusi.

Terlepas dari gonjang-ganjing politik yang kian mengemuka, tentu kita perlu apreasiasi kalau rencana pembangunan RS jiwa itu diserusi oleh Gubernur.

Tapi, domainnya tidak mesti harus yang stress akibat pilkada. Tapi juga untuk kasus-kasus stress yang lain.

Misalnya yang stress karena di PHK akibat pandemi, yang stress akibat tidak lulus ujian kepangkatan, dan yang paling penting bagi yang stress akibat korupsi.

Kenapa yang stress akibat korupsi kita anggap lebih penting?
Karena di Gorontalo kasus Mega Proyek GORR sementara disidangkan di meja hijau dan lagi diselidiki lebih jauh siapa saja aktor dalam kasus ini.

Beberapa orang sudah ditetapkan sebagai tersangka bahkan sudah ada yang terdakwa. Secara perlahan para tersangka dan terdakwa ini mulai menyebut nama satu persatu siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.

Tentu, hal ini membuat orang yang merasa terlibat sakit kepala bahkan stress.

Karena itu, tak elok kiranya kalau RSJ yang diusulkan itu hanya khusus untuk yang kalah pilkada. Kalau serius mau bangun RSJ, saya kira perlu ada perluasan pasien, orang-orang yang strss akibat kasus Korupsi juga perlu diberi fasilitas berupa RSJ tersebut. (0N4L/RF)