Berita  

Jurnalis Dihina dan Diancam! PJS Gorontalo Bongkar “Watak” Asli RSB

Johan Chornelis Rumampuk - Ketua DPD PJS Gorontalo (Doc. Rekam Fakta)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Pernyataan kontroversial dan bernada kasar yang dilontarkan Revan Saputra Bangsawan (RSB) kepada pimpinan redaksi Fakta News menuai reaksi keras dari kalangan pers. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Jurnalis Siber (PJS) Provinsi Gorontalo mengecam dugaan pelecehan verbal dan intimidasi yang dinilai mencederai kebebasan pers dan semangat demokrasi.

Dalam pesan digital yang beredar, RSB terekam menyebut pimpinan media dengan kalimat menghina seperti “bodoh”, menyuruh “sekolah lagi”, serta mempertanyakan legalitas media tersebut. Hal itu terjadi saat jurnalis Fakta News melakukan konfirmasi terkait dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara.

Ketua DPD PJS Gorontalo, Jhojo Rumampuk, menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk ketakutan terhadap transparansi informasi dan diduga upaya pembungkaman terhadap jurnalisme investigatif.

“Ini bukan sekadar hinaan. Ini indikasi kuat adanya kepanikan terhadap kontrol sosial media yang berintegritas. Kami mengecam keras bentuk pelecehan ini,” tegas Jhojo.

Tak hanya itu, PJS Gorontalo juga menyoroti indikasi lebih serius: dugaan adanya keterlibatan oknum aparat keamanan dalam upaya menjebak wartawan. Jika terbukti, hal ini bukan hanya kriminalisasi terhadap jurnalis, tapi juga bentuk nyata kolusi antara pemilik kepentingan tambang ilegal dan institusi negara.

Sikap Resmi DPD PJS Gorontalo:

Mengutuk keras tindakan RSB yang melecehkan jurnalis Fakta News.

Memberikan dukungan penuh kepada insan pers yang menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Mendesak Dewan Pers dan penegak hukum segera mengusut intimidasi terhadap wartawan.

Siap memberikan pendampingan kepada jurnalis yang dikriminalisasi dalam mengungkap fakta.

DPD PJS Gorontalo menyerukan solidaritas seluruh jurnalis untuk tidak tunduk pada tekanan, teror, dan pelecehan dalam bentuk apa pun.

“Kebebasan pers bukan untuk ditawar. Jangan biarkan jurnalisme dikubur oleh ketakutan!” tutup Jhojo.

Gorontalo, 15 Juni 2025
Hormat Kami,
DPD PJS Provinsi Gorontalo
Jhojo Rumampuk – Ketua