Rekamfakta.com, Kota Manado – Taman berkat (God Blees Park) yang terletak di Jalan Pierre Tandean, Kota Manado mendapat sorotan dari masyarakat sekitar.
Salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Manado itu sudah tidak terawat lagi. Nampak ruangan didalamnya tergenang air hingga berlumut, cat dinding terkelupas, hingga pintunya juga sudah rusak.
Tidak hanya itu, menurut salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya itu bahwa pemasangan batu boulder atau pemecah gelombang yang berada di lokasi pinggiran pantai belakang God Blees Park diduga hanya asal jadi.
“Coba lihat so tabongkar to karna batu terlalu kecil, bahkan air masuk sampe di bawah gedung,” ucap masyarakat yang menjadi narasumber kami sembari menambahkan;
“Gelombang pasang ini belum seberapa lihat sudah rusak karna di depe batu kacili kong dorang cuma tambah timbun dengan puing-puing bangunan dan aspal yang ada bongkar di jalan bagaimana ley ini, sampe depe bawah gedung so lubang,” jelasnya.
Ketika ditelusuri oleh Awak Media, proyek pemecah ombak atau talud penahan gelombang air laut itu ternyata dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado.
Namun sangat disayangkan, saat awak media mencoba meminta tanggapan dari Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kota Manado Jhon Suwuh, dirinya malah enggan mengangkat telfon, bahkan pesan melalui via WhatsApp (WA) tidak mau dibalasnya.
Terkait persoalan ini, Masyarakat sekitar berharap agar Walikota Manado dan pihak terkait untuk meninjau langsung lokasi God Blees Park, mereka juga meminta agar spek pembuatan talud penahan gelombang air laut itu diperiksa kembali.
“Walikota harus tinjau langsung ini tampa, kalo perlu minta pihak terkait periksa ulang depe spek talud itu, kagele depe bangunan mo amblas deng terjangan air laut,” tutupnya.
Maikel P/RF




























