Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Menanggapi cuitan Fachrudin yang mengatakan bahwa RH Karya Nyata, dibalas Paris Djafar dengan menyebutkan bahwa Karya Nyata yang di banggakan terhadap kerja RH sebagai Gubernur hanya ibarat Iklan “Mana Suka” di siaran Televisi Era Tahun 80-an, yang mana semua Kerja Nyata dalam bentuk monumental yang disampaikan Fachrudin itu adalah orientasinya ke Proyek yang diduga “Ada Apa-apanya”, dan semua juga tahu bahwa Karya Nyata yang dibangga-banggakan selama 10 tahun menjabat, tidak mampu membawa rakyat Gorontalo keluar dari 5 (Lima) Provinsi Termiskin di Indonesia.
“Makanya, seperti Iklan, hanya supaya produknya laku, dalam hal ini bersifat proyek dan yang menikmati dan diuntungkan adalah pemilik perusahaan yang diduga masih antek-anteknya, dan terbukti sampai sekarang tidak bisa menaikkan taraf hidup masyarakat Provinsi Gorontalo, kalau cuma mengandalkan APBD, Kepala Daerah yang lain juga boleh melakukan itu,” sungut Paris.
“Saya beri contoh Pembebasan lahan GORR , bukannya menaikkan taraf hidup masyarakat Provinsi Gorontalo, tapi malahan diduga menyebabkan kerugian Uang Negara sebesar 43 Milyar, inikah yang bisa dibanggakan oleh Fachrudin terhadap RH sebagai Gubernur yang KARYA NYATA-nya cuma merugikan keuangan Daerah ??,” tanya Paris.
“Sudah jelas RH beda dengan Rachmat Gobel, yang semua orang juga sudah tahu bahwa RG dari lahir sudah tajir, jadi tidak perlu beriklan supaya bisa mendapatkan keuntungan pribadi dan menaikkan popularitasnya menjelang akhir jabatan yang tinggal beberapa bulan,” sambung Paris lagi.
“Makanya saran saya, Fachrudin sebaiknya bantu orang yang dibanggakannya itu untuk fokus saja mengurus masalah pembebasan lahan GORR yang lagi berproses di Pengadilan Tipikor, daripada banyak cuap-cuap di Medsos, yang akibatnya Fachrudin dimata publik seperti Tong Kosong Berbunyi Nyaring,” tandas Kader NasDem ini.
(0N4L/RF)




























