Rekam Fakta, Gorontalo Utara – Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan reses hari ketiga Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, dari Fraksi Partai NasDem di Desa Cisadane, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (6/7/2026). Di tengah antusiasme masyarakat yang hadir, justru kaum ibu menjadi kelompok yang paling aktif menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat tersebut.
Menariknya, persoalan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga maupun bantuan sosial. Kaum ibu mengungkapkan kegelisahan mereka terhadap semakin banyaknya lulusan sarjana yang hingga kini belum mendapatkan pekerjaan.
Bagi mereka, kondisi tersebut bukan hanya berdampak pada masa depan anak-anak mereka, tetapi juga menjadi persoalan sosial dan ekonomi yang semakin dirasakan oleh keluarga di tingkat desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ridwan Monoarfa menilai bahwa suara yang disampaikan masyarakat merupakan potret nyata tantangan pembangunan daerah saat ini. Menurutnya, pembangunan tidak lagi dapat diukur semata dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan kesempatan kerja yang layak bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Ketika kaum ibu mulai menyampaikan keresahan tentang banyaknya sarjana yang belum bekerja, itu berarti persoalan ini sudah menjadi perhatian keluarga. Ini adalah sinyal bahwa penciptaan lapangan kerja harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah,” ujar Ridwan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu mendorong lahirnya kebijakan yang mampu menciptakan iklim investasi, memperkuat sektor usaha produktif, dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Selain isu ketenagakerjaan, masyarakat juga menyampaikan aspirasi di sektor pertanian. Warga mengusulkan pembangunan dua unit sumur pompa untuk mengairi sekitar 70 hektare lahan persawahan yang setiap musim kemarau mengalami kekurangan air.
Menurut Ridwan, usulan tersebut merupakan kebutuhan yang sangat mendesak mengingat perubahan iklim semakin memengaruhi produktivitas sektor pertanian.
“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan bantuan benih atau pupuk. Infrastruktur air harus menjadi perhatian karena tanpa ketersediaan air, produktivitas pertanian akan terus menurun,” katanya.
Di sisi lain, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga mengeluhkan keterbatasan akses terhadap permodalan. Mereka berharap adanya dukungan pemerintah agar usaha yang telah dirintis dapat berkembang dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru di tingkat lokal.
Ridwan menilai penguatan UMKM merupakan salah satu strategi penting dalam membangun ekonomi daerah. Menurutnya, banyak pelaku usaha kecil memiliki potensi besar, namun masih terkendala akses pembiayaan dan pendampingan usaha.
“Jika UMKM tumbuh, maka ekonomi masyarakat juga akan bergerak. Karena itu, pemberdayaan UMKM harus dipandang sebagai investasi pembangunan ekonomi, bukan sekadar program bantuan jangka pendek,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun dan diperjuangkan agar masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Gorontalo sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Ia juga mengingatkan bahwa keterbatasan kemampuan anggaran daerah mengharuskan setiap usulan melalui proses pembahasan dan penentuan skala prioritas berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Reses bukan sekadar agenda menyerap aspirasi, tetapi menjadi komitmen kami untuk memastikan suara masyarakat menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah. Semua usulan akan kami kawal dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Ridwan Monoarfa.
Melalui kegiatan reses tersebut, Ridwan berharap hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat semakin kuat, sehingga setiap kebijakan pembangunan yang lahir benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan warga Gorontalo.
























