Rekam Fakta, Bone Bolango – Menjelang rencana operasi penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bone Bolango yang dikabarkan akan berlangsung pada Sabtu (4/7/2026), perhatian masyarakat penambang tidak hanya tertuju pada operasi itu sendiri. Di lapangan, justru berkembang isu lain yang disebut-sebut lebih mengejutkan.
Sejumlah penambang mengaku mulai mempertanyakan mengapa informasi mengenai rencana penertiban diduga telah lebih dahulu beredar di kalangan tertentu sebelum operasi dilaksanakan. Isu tersebut memunculkan dugaan adanya “permainan” di balik rencana penertiban, meski hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya.
Seorang informan yang mengaku sebagai penambang dan meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan mengklaim, isu tersebut mulai berkembang setelah beredar kabar mengenai adanya pertemuan antara seseorang yang dikenal di kalangan penambang dengan sebutan “Orangnya Kapolres” dan oknum yang menduduki jabatan strategis di lingkungan Polres Bone Bolango.
Di mana, pertemuan tersebut diduga difasilitasi oleh salah satu aktor PETI yang apabila dibaca berdasarkan urutan abjad, inisial nama depannya berada pada huruf keempat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh informan, aktor tersebut diduga telah “mengatur aman” skenario pelaksanaan penertiban melalui jalur “Orangnya Kapolres”.
Menurut informan, sejak kabar tersebut beredar, pembicaraan di kawasan pertambangan berubah. Banyak penambang mulai menduga bahwa operasi yang akan dilaksanakan bukan sekadar penegakan hukum, melainkan diduga telah memiliki sasaran tertentu.
“Yang membuat kami heran bukan karena akan ada operasi. Yang menjadi pertanyaan, kenapa sebelum operasi dilakukan sudah muncul pembicaraan mengenai lokasi mana yang disebut-sebut akan ditertibkan dan lokasi mana yang dikabarkan tetap aman,” ungkap informan.
Informan juga mengklaim bahwa dalam pembicaraan yang berkembang di kalangan penambang, penertiban tersebut diduga telah direncanakan bersama oleh beberapa oknum dengan tujuan mengacaukan aktivitas di kawasan Titik Bor 18. Klaim tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan mengapa isu mengenai dugaan operasi yang telah diatur semakin ramai diperbincangkan.
Informan menegaskan dirinya tidak dapat memastikan kebenaran seluruh isu yang berkembang. Namun, menurutnya, kabar tersebut telah menyebar luas di kalangan penambang hingga menimbulkan keresahan dan berbagai spekulasi.
Dalam isu yang berkembang, nama Kapolres Bone Bolango turut disebut. Informan menegaskan, penyebutan nama tersebut bukan berasal dari pernyataan resmi Kapolres, melainkan karena sosok yang dikenal sebagai “Orangnya Kapolres” disebut kerap membawa-bawa nama pimpinan kepolisian saat berkomunikasi dengan sejumlah penambang.
Menurut klaim informan, sosok tersebut bahkan beberapa kali meyakinkan pihak tertentu bahwa masih ada aktivitas yang tidak akan menjadi sasaran penertiban karena telah dilakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Informan juga mengklaim, sasaran yang paling sering disebut dalam pembicaraan adalah aktivitas di kawasan Titik Bor 18 yang dikaitkan dengan pihak berinisial JI dan AI. Sementara sejumlah titik lainnya dikabarkan tidak akan menjadi fokus operasi.
Yang menarik, informan mengaku telah mengumpulkan sejumlah kronologi, catatan, serta bahan pendukung yang menurutnya berkaitan dengan berkembangnya isu tersebut.
“Saya siap membuka semuanya apabila memang diperlukan. Kalau waktunya sudah tepat, saya siap tampil dengan identitas asli dan mempertanggungjawabkan apa yang saya sampaikan,” tegasnya.
























