Berita  

Marten Taha Dorong PENAS Jadi Momentum Kebangkitan Pertanian dan Perikanan Gorontalo

Marten Taha (Doc. Rekam Fakta)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Tokoh politik Gorontalo yang juga mantan Wali Kota Gorontalo dua periode, Marten Taha, berharap pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Gorontalo dapat menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor pertanian dan perikanan, sekaligus memberikan dampak luas terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Marten Taha saat diwawancarai Media Rekam Fakta melalui sambungan WhatsApp, Selasa malam (9/6/2026).

Menurut Marten, sebagai ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia, PENAS harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Gorontalo, terutama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perikanan.

“PENAS harus berdampak bagi daerah baik di sektor pertanian dan perikanan yang merupakan sektor yang menjadi fokus pelaksanaan PENAS. Petani akan beroleh pengetahuan dan keterampilan dari berbagai model pengembangan pertanian dan perikanan yang dibawa dan didemonstrasikan oleh utusan delegasi dari seluruh Indonesia,” ujar Marten.

Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah PENAS merupakan momentum yang sangat berharga karena para petani dan nelayan Gorontalo dapat belajar langsung dari berbagai inovasi, teknologi, serta praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di daerah lain.

Transfer pengetahuan tersebut, kata Marten, diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong lahirnya berbagai terobosan baru yang dapat memperkuat sektor pertanian dan perikanan Gorontalo di masa mendatang.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan PENAS tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir atau meriahnya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat yang diperoleh masyarakat setelah kegiatan tersebut berakhir.

“Dengan adanya pertukaran pengalaman dan pengetahuan dari para peserta yang datang dari seluruh Indonesia, saya berharap sektor pertanian dan perikanan Gorontalo bisa semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik,” katanya.

Selain sektor pertanian dan perikanan, Marten juga menyoroti peluang besar yang dapat diperoleh Gorontalo dari sisi pariwisata. Dengan ribuan peserta dan tamu yang diperkirakan hadir selama pelaksanaan PENAS, menurutnya daerah memiliki kesempatan besar untuk memperkenalkan berbagai destinasi wisata unggulan kepada masyarakat nasional.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mempersiapkan berbagai objek wisata yang dapat dikunjungi para peserta selama berada di Gorontalo.

“Pemerintah diminta agar menyiapkan destinasi wisata yang bisa dinikmati oleh para tamu-tamu yang konon menurut informasi jumlahnya lebih dari 20 ribu orang,” ungkap Marten.

Menurutnya, pengalaman positif yang diperoleh para tamu selama berada di Gorontalo akan menjadi promosi yang sangat efektif bagi daerah. Para peserta yang datang tidak hanya akan mengenal potensi pertanian dan perikanan Gorontalo, tetapi juga keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya.

Lebih lanjut, Marten menilai pelaksanaan PENAS harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk menggerakkan sektor ekonomi rakyat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Jadi PENAS KTNA ini harus benar-benar dijadikan momentum yang mampu mengangkat sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan pengembangan UMKM di Gorontalo,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat dan pelaku UMKM dapat mengambil bagian dalam menyambut para tamu dengan menyediakan berbagai produk unggulan daerah yang berkualitas sehingga mampu memberikan kesan positif sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Marten mengajak seluruh masyarakat Gorontalo untuk menjadi tuan rumah yang baik dan menunjukkan keramahan yang selama ini menjadi karakter masyarakat Gorontalo.

“Bagi warga masyarakat, mari kita mengajak seluruh rakyat Gorontalo untuk menyambut tamu-tamu dengan keramahan. Tunjukkan bahwa Gorontalo adalah masyarakat yang senantiasa menghargai tamunya,” pungkas Marten.

Menurutnya, keberhasilan Gorontalo sebagai tuan rumah tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur dan penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga oleh sikap masyarakat dalam menerima dan melayani para tamu yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Dengan semangat tersebut, PENAS KTNA XVII diharapkan menjadi momentum yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan Gorontalo.