Rekam Fakta, Bone Bolango – Sosok yang selama ini memilih menyembunyikan identitasnya dalam pemberitaan mengenai berkembangnya isu dugaan permainan di balik rencana operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bone Bolango yang berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, akhirnya memutuskan tampil ke publik. Isu tersebut sebelumnya mencuat di tengah masyarakat penambang seiring beredarnya berbagai informasi dan dugaan mengenai adanya pihak-pihak yang diduga memanfaatkan momentum penertiban untuk kepentingan tertentu. Kini, sosok yang selama ini hanya dikenal sebagai narasumber anonim memutuskan tampil secara terbuka dan menyatakan siap mempertanggungjawabkan seluruh informasi yang pernah disampaikannya.
Ia adalah Hermanto Lasangoli, seorang Pemerhati Kebijakan Publik yang juga merupakan masyarakat penambang di Kabupaten Bone Bolango.
Kemunculan Hermanto menjadi kelanjutan dari pernyataannya dalam rilis sebelumnya, ketika ia menyatakan siap membuka identitas serta mempertanggungjawabkan seluruh informasi yang telah disampaikannya apabila memang diperlukan.
Menurut Hermanto, keputusannya untuk tidak lagi berada di balik identitas anonim didorong oleh keinginannya agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak terus dipenuhi spekulasi.
“Saya pernah menyampaikan bahwa pada saatnya nanti saya akan tampil dengan identitas asli. Hari ini saya memenuhi komitmen itu. Saya siap mempertanggungjawabkan semua yang telah saya sampaikan,” ujar Hermanto.
Ia menegaskan, langkah tersebut bukan untuk membangun kegaduhan, melainkan agar berbagai informasi yang berkembang dapat diuji secara terbuka berdasarkan data dan fakta.
Hermanto mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat penambang yang, menurutnya, semakin resah dengan beredarnya berbagai isu menjelang rencana operasi penertiban PETI.
“Jangan sampai masyarakat penambang dibodoh-bodohi dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab demi meraih keuntungan pribadi. Kalau memang ada pihak yang mengaku bisa mengatur keadaan, menjual nama institusi, atau membawa-bawa nama pejabat untuk memperoleh keuntungan, hal seperti itu harus dibuka secara terang agar masyarakat tidak terus menjadi korban isu,” tegasnya.
Menurut Hermanto, masyarakat berhak memperoleh kepastian, bukan sekadar desas-desus yang terus berkembang tanpa adanya penjelasan yang jelas.
Karena itu, ia mengaku telah mengumpulkan berbagai kronologi, catatan, dan informasi yang menurutnya dapat membantu menjelaskan duduk persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Saya siap membuka data yang saya miliki secara langsung di hadapan Kapolres Bone Bolango. Saya tidak akan lari dari tanggung jawab. Kalau memang diperlukan, mari kita duduk bersama dan buka semuanya secara terbuka,” katanya.
Hermanto juga meminta Kapolres Bone Bolango memberikan klarifikasi kepada masyarakat terkait isu yang berkembang mengenai adanya pihak yang diduga mencatut nama pimpinan kepolisian dalam komunikasi dengan sejumlah penambang.
“Kalau memang benar ada oknum yang mencatut nama Kapolres, maka masyarakat berhak mengetahui bahwa hal itu bukan sikap ataupun kebijakan institusi. Sebaliknya, jika informasi yang berkembang tidak benar, maka penjelasan resmi juga penting disampaikan agar polemik ini tidak terus bergulir,” ujarnya.
Saat ditanya awak media mengenai siapa sosok yang selama ini disebut-sebut sebagai “orangnya Kapolres” dan apakah dirinya bersedia membuka identitas maupun inisial pihak yang dimaksud, Hermanto mengaku sengaja belum mengungkapkannya ke ruang publik.
Menurutnya, identitas tersebut akan disampaikan langsung di hadapan Kapolres Bone Bolango agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang semestinya, bukan menjadi konsumsi publik yang justru berpotensi menimbulkan kesimpulan sepihak sebelum seluruh fakta diklarifikasi.
“Saya akan buka itu langsung di depan Kapolres, biar Kapolres sendiri yang tahu siapa orang yang saya maksud. Kalau saya sampaikan sekarang di publik, kasihan juga, nanti yang bersangkutan bisa malu sebelum semuanya jelas. Saya ingin menghormati proses hukum dan memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk lebih dulu menindaklanjuti informasi yang saya miliki. Setelah itu, kita lihat bersama bagaimana perkembangan selanjutnya,” jelas Hermanto.
Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk tidak4 membuka identitas tersebut bukan berarti dirinya mengada-ada ataupun sedang menggertak. Menurutnya, langkah itu justru menunjukkan bahwa dirinya ingin persoalan ini diselesaikan secara bermartabat dan berdasarkan fakta.
“Saya tidak punya kepentingan menjatuhkan siapa pun. Kalau tujuan saya hanya ingin mempermalukan orang, tentu sejak awal saya sudah sebut nama. Tapi saya memilih menyampaikannya langsung kepada Kapolres karena saya ingin semuanya terang melalui proses yang benar. Kalau memang nanti diperlukan, saya siap membuka seluruh kronologi, data, dan informasi yang saya miliki. Biarlah masyarakat menilai berdasarkan fakta, bukan sekadar isu,” tegasnya.»
Hermanto kembali menegaskan bahwa dirinya siap hadir apabila Kapolres Bone Bolango membuka ruang klarifikasi secara terbuka.
“Saya siap hadir kapan saja. Kalau memang ada pihak-pihak yang disebut dalam informasi yang saya peroleh, silakan dihadirkan juga agar semuanya bisa diklarifikasi secara terbuka. Dengan begitu masyarakat bisa mendengar langsung penjelasan dari masing-masing pihak dan menilai secara objektif,” ucapnya.
Di akhir keterangannya, Hermanto mengungkapkan bahwa bersama sejumlah elemen masyarakat, pihaknya tengah mempersiapkan penyampaian aspirasi kepada Polres Bone Bolango.
Menurutnya, aksi tersebut bertujuan meminta penjelasan terkait berbagai isu yang berkembang seputar penanganan aktivitas PETI serta mendorong penegakan hukum yang profesional, transparan, dan tidak menimbulkan persepsi adanya perlakuan yang berbeda.
“Kami ingin semua ini menjadi terang. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil, profesional, dan terbuka sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi tetap terjaga. Kami juga berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang menjual nama institusi atau mengatasnamakan pejabat tertentu untuk kepentingan pribadi. Itulah tujuan kami menyampaikan aspirasi dalam waktu dekat,” pungkas Hermanto.
























