Berita  

Kehadiran Hiu Paus di Botubarani Picu Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Foto : Humas Pemda Bone Bolango
banner 120x600

Rekam Fakta, Bone Bolango – Perairan Pantai Botubarani di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, terus menjadi destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara berkat kehadiran Hiu Paus (Rhincodon typus). Sejak pertama kali muncul pada tahun 2016, Hiu Paus telah menarik ribuan pengunjung, menjadikannya ikon wisata yang berdampak besar bagi sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Hiu Paus Botubarani tak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Aktivitas perekonomian di Desa Botubarani terus berkembang pesat, di mana warga setempat kini mengelola berbagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Usaha ini meliputi penyewaan perahu wisata, jasa tour guide, penyewaan homestay, hingga penjualan souvenir khas daerah.

Menurut Ansar Lasimpala, salah satu operator perahu kaca, kedatangan wisatawan yang ingin melihat Hiu Paus membawa dampak besar bagi penghasilannya.

“Sebelum menjadi pemandu wisata, saya bekerja sebagai nelayan. Sekarang, dengan perahu kaca, pendapatan saya meningkat dan saya bisa menyekolahkan tiga anak saya,” ujar Ansar saat diwawancarai oleh awak media, Rabu, (18/9/2024).

Sementara itu, Salim Latif, penjual souvenir di kawasan wisata Hiu Paus, juga merasakan peningkatan penghasilan. Ia menjual produk-produk buatan tangan seperti gantungan kunci yang diolah dari sampah plastik dan kayu yang dikumpulkan di sekitar pantai.

“Alhamdulillah, setiap hari bisa terjual 2-5 buah souvenir,” katanya.

Pengelola homestay, Rostin Pakaya, juga mencatatkan peningkatan pendapatan dari wisatawan yang menginap. “Dalam sebulan, kami bisa melayani delapan tamu baik lokal maupun asing. Homestay ini sangat membantu ekonomi keluarga, terutama untuk biaya pendidikan anak,” ungkapnya.

Tidak hanya mendongkrak ekonomi lokal, Hiu Paus Botubarani juga menarik perhatian banyak tokoh penting. Pejabat seperti Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dan mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, serta selebriti seperti Awkarin dan Prilly Latuconsina, telah berkunjung dan menyaksikan langsung keindahan perairan Botubarani.

Data kunjungan wisatawan juga menunjukkan tren yang meningkat. Pada semester pertama tahun 2024, tercatat 18.702 wisatawan datang ke Botubarani. Dampak ekonominya luar biasa, dengan valuasi ekonomi dari kemunculan Hiu Paus di lokasi ini mencapai Rp7,8 miliar, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2020.

Kehadiran Hiu Paus di Botubarani adalah berkah alam yang harus dijaga dan dilestarikan. Pemerintah daerah serta masyarakat terus berupaya mengembangkan pariwisata berbasis konservasi agar Hiu Paus tetap menjadi daya tarik wisata jangka panjang, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

***