‎

Ketua BPD Di Gorontalo Utara, Menjadi Penerima BLT

Bpd Penerima BLT
Doc. istimewa
banner 120x600
‎

Rekamfakta.com, Gorontalo Utara – Ketua BPD Desa Poso, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara Abdul Wahab Adam, menjadi salah satu penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Sabtu, (16/05/2020).

Sebelumnya, daftar penerima BLT tahap pertama ini diposting oleh salah satu akun facebook bernama Robin Jexmen, yang mempertanyakan apakah Ketua BPD Desa Poso wajar dimasukkan dalam daftar penerima BLT.

Postingan ini sontak menuai pro dan kontra dari warga netizen yang tergabung dalam grup facebook tersebut. Banyak yang pro terhadap Pemerintah Desa yang memasukkan Ketua BPD menjadi salah satu penerima BLT itu, namun tak sedikit pula yang turut mempertanyakan hal tersebut.

BERITA POPULER

Pasalnya, Ketua BPD yang merupakan bagian dari Pemerintah Desa, dan selaku pemangku kebijakan juga di Desa, setiap bulannya menerima insentif selaku Ketua BPD sebesar Rp. 900.000/bulan, yang diterimakan setiap dua bulan atau tiga bulan sekali, dari anggaran dana desa,

Kepala Desa Poso  Syafii Abd. Karim saat dikonfirmasi terkait persoalan ini menerangkan, tercovernya Ketua BPD sebagai penerima BLT sesuai dengan hasil keputusan musyawarah perangkat desa dengan masyarakat yang dihadiri oleh kurang lebih 20 orang peserta musyawarah,

“Hasil dari musyawarah sebelum ditetapkannya daftar penerima BLT itu, Ketua BPD Desa Poso disetujui oleh forum untuk menerima BLT tersebut, dengan berdasarkan hasil pemantauan tim relawan, bahwa yang bersangkutan kondisi ekonominya terdampak pandemi Covid-19,” terang Syafii.

Pernyataan dari Kepala Desa ini, dibantah oleh Ketua BPD Abdul Wahab Adam sebagai penerima BLT DD tersebut. Menurutnya, hal itu tidak pernah dibicarakan dalam rapat musyawarah penetapan daftar penerima BLT itu,

“Saya menjadi penerima BLT itu, tidak dibicarakan sama sekali dalam musyawarah khusus penetapan daftar penerima BLT. Bahkan, saya tahunya itu nanti pada saat sehari sebelum BLT itu diserahkan secara simbolis,” jelas Abdul saat ditemui dikediamannya.

Lebih lanjut Abdul menjelaskan, dirinya menjadi penerima BLT hanya atas rekomendasi dari Kepala Dusun 3 Desa Poso, yang kebetulan menjadi relawan yang mendata penerima BLT itu,

“Yang rekomendasikan saya sebagai penerima BLT, adalah Kepala Dusun 3 Desa Poso. Dia memberitahu ke saya bahwa dirinya sudah membicarakan hal itu dengan kepala desa. Bahkan saya sempat tidak percaya, dan ternyata kemarin saat diterimakan secara simbolis BLT itu, benar saya menjadi salah satu penerima BLT tersebut,” tutupnya. (MYP/RF)