Rekamfakta.com, Gorontalo Utara – Komandan Korem 133/NWB Gorontalo Kolonel Czi Bagus Antonov Hardito, mengunjungi tapal batas Atinggola, untuk meninjau langsung aktivitas personil gabungan TNI-Polri dan instansi terkait, pasca diperketatnya penjagaan di tapal batas Atinggola. Kamis, (21/05/2020).
Kegiatan penjagaan di wilayah perbatasan Provinsi Gorontalo dengan Provinsi Sulawesi Utara, sampai saat ini masih dijaga ketat oleh Petugas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang terdiri dari personil gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kesehatan, baik Provinsi maupun Kabupaten Gorontalo Utara.

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh pelintas batas yang akan masuk ke wilayah Provinsi Gorontalo, yang saat ini sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ll, sampai dengan akhir bulan mei ini.
Dengan salah satu aturan PSBB Tahap II ini dilarang melaksanakan mudik, wilayah perbatasan dinilai perlu untuk diperketat, dari para pemudik yang akan masuk ke Provinsi Gorontalo. Sesuai aturan Gubernur Gorontalo, yang diperbolehkan masuk hanyalah kendaraan logistik, TNI-Polri yang sedang melaksanakan tugas, dan kendaraan petugas yang sedang menangani Covid-19.
Demi memaksimalkan peran dari para para personil khususnya TNI yang ditugaskan dari Korem 133/NWB Gorontalo, Danrem 133/NWB Gorontalo Kolonel Czi Bagus Antonov Hardito, menyalurkan APD, Masker Standar Kesehatan, dan Madu untuk menambah imunitas para petugas yang sedang berjaga di perbatasan.

Danrem 133/NWB Gorontalo Kolonel Czi Bagus Antonov Hardito berharap, masyarakat tidak memaksakan diri untuk melaksanakan mudik, terutama bagi masyarakat yang dari luar Gorontalo. Sebab, saat ini Gorontalo telah masuk pada kegiatan PSBB tahap ll sampai dengan akhir bulan mei,
“Diharapkan masyarakat mematuhi anjuran pemerintah, untuk tidak mudik. Lebih baik berdiam diri dirumah, saling menjaga akan kesehatan diri sendiri, keluarga, dan orang lain termasuk tetangga. Agar terhindar dari Covid-19, yang masih melanda sampai saat ini. Kepada para petugas, diharapkan dapat mengambil tindakan tegas, bila ini terjadi. Namun, tetap dengan persuasif dan pendekatan kepada masyarakat tersebut,” tandasnya. (MYP/RF)























