Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Segala daya dan upaya, serta financial telah dikerahkan Pemerintah Gorontalo untuk mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di Bumi Serambi Madinah, tapi apa mau dikata, bukannya menurun, malahan jumlah positif COVID-19 justru semakin meningkat dikarenakan belum adanya kesadaran sebagian warga untuk mematuhi anjuran Pemerintah.
Begitupun halnya tidak jauh berbeda dengan segala upaya Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo hingga PMI Kabupaten/Kota yang telah banyak berbuat untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 ini, seperti melakukan himbauan ke masyarakat agar mematuhi anjuran pemerintah, penyemprotan Desinfektan di kantor-kantor Pemerintah, Sekolah, Mesjid, Pasar dan lain-lain serta pembagian masker di jalan raya serta di tempat keramaian.
BERITA POPULER

Bukannya patah arang, PMI Provinsi Gorontalo yang di nakhodai H. Ishak Liputo, S.IP ini kembali melakukan suatu inovasi besar yang sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak untuk membantu Pemerintah dalam menahan laju penyebaran wabah virus mematikan ini.
Kepala Markas PMI Provinsi Gorontalo Yahya Djafar Ibrahim bersama Bendahara PMI Danial Ibrahim saat diwawancarai oleh awak Media rekamfakta.com di ruang kerjanya mengatakan, PMI Gorontalo di tugaskan Pemerintah Provinsi dan PMI Pusat sudah hampir dalam 3 bulan terakhir ini sudah melakukan penyemprotan Desinfektan ke seluruh wilayah di Provinsi Gorontalo.
“Alhamdulillah Pemerintah dan PMI Pusat memberikan anggaran, sehingga bantuan ini kita distribusikan ke masing-masing wilayah Kabupaten/Kota, sehingga mereka melakukan penyemprotan Desinfektan,” kata Bendahara PMI Provinsi Gorontalo Danial Ibrahim.

Danial Ibrahim menambahakan bahwa dua atau tiga hari lagi kita menghadapi Idul Fitri, tentu saja H-3 itu akan menciptakan banyak kerumunan seperti banyaknya orang yang berbelanja di pasar atau pusat perbelanjaan pakaian dan juga pastinya kemacetan di jalan-jalan utama tidak dapat di hindari karena membludaknya warga yang keluar rumah.
“Seperti yang di sampaikan Ketua PMI Provinsi, untuk mensiasati hal ini, kita mensiagakan 2 unit mobil tangki air bersih yang kita sulap sementara menjadi wadah cuci tangan dengan jumlah banyak,” tambah Yahya Djafar Ibrahim.
“Toko-toko atau pasar biasanya menyediakan cuma 1 atau 2 wastafel, belum lagi jika antrian panjang, dengan dua unit mobil dimana satu mobil 12 mata kran dikalikan dua menjadi 24 mata kran, kita sasar di Karsa Utama dengan Perempatan Murni, dan kapasitas mobil tangki ini 5000 liter per 1 unit mobil, jadi asumsi kita bisa melayani 1000-1500 orang untuk cuci tangan dan itu selalu habis dalam 1 hari dan hari ini sudah hari ke 3, yang dimulai dari hari Selasa kemarin dulu (19/05/2020) sampai hari Sabtu H-1, semoga saja upaya kita ini bisa berguna,” tutup Kepala Markas PMI Provinsi ini. (0N4L/RF)




























