Berakhir Masa Jabatan Sebagai Wali Kota Marten Taha Optimis Program Kerja Akan Tuntas

banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Wali kota Gorontalo Marten Taha menjadi narasumber utama dalam acara talkshow ‘Tuntaskan Amanah di Ikhtiar Akhir’ di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Kamis (11/1/2024). Talkshow menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro.

Dalam kesempatan itu Marten, mengatakan dalam berakhirnya masa jabatan kepala daerah sejatinya harus diikuti dengan tuntasnya program kerja yang telah rencanakan jauh-jauh hari selang periode kepemimpinan.

Marten optimis selama ia memegang tampuk kepemimpinan dikota Gorontalo semua tugas dan amanah yang diemban akan terselesaikan diakhir jabatan.

“Seperti upaya penanganan kesejahteraan, pemerintah kota melalui program kartu sejahtera telah menggratiskan biaya dari lahir sampai mati untuk masyarakat. Alhamdulillah warga sasaran program tersebut telah diakomodir oleh pemerintah,” kata Marten dihadapan peserta talkshow Asosiasi pemerintah kota se-Indonesia (Apeksi), Kamis (11/1/24).

Marten membeberkan halangan yang dihadapi dalam memenuhi tugas akhir dari jabatannya. Salah satunya kata Marten adalah mengelola anggaran untuk menyelesaikan proyek. yang sedang berjalan serta memastikan keberlanjutannya.

“Proyek dan program yang telah dimulai sebelumnya seperti program prioritas pada RPJMD 2019 sampai 2024, kemudian proyek infrastruktur dari dana PEN, dan program terkait penerapan dan pencapaian SPM akan menjadi perhatian serius kami,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia melihat dari sisi kepentingan program dan hal-hal yang nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat, bukan dari kepentingan para kepala daerah.

“Program yang telah diusung harus tuntas, karena masyarakat menginginkan agar program yang dilaksanakan sesuai dengan masa jabatan dan tuntas untuk dinikmati oleh masyarakat, bukan masalah jabatan yang terpotong namun semata-mata untuk kepentingan rakyat serta untuk menuntaskan program yang diusung,” katanya.

Selain itu Marten pula mengemukakan potensi ketidakstabilan yang mungkin muncul di akhir jabatan berkaitan dengan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Program kesejahteraan sejak kepemimpinan kami telah menggratiskan persalinan dan kelahiran, pembuatan akte kelahiran, KTP, dan KK, biaya pendidikan serta bantuan usaha mikro dan kecil. Kemudian dibidang kesehatan, gratis pengobatan di puskesmas dan rumah sakit, biaya ambulance dan pemakaman. Ada juga bantuan sosial berupa bantuan pangan non tunai daerah (BPNTD)” pungkasnya.