spot_img
4.6 C
New York
Rabu, September 28, 2022
BerandaUncategorizedMenuju Kemerdekaan Belajar, Disdik Malra Gelar Bimtek Muatan Lokal Jenjang TK/PAUD SeKabupaten...

Menuju Kemerdekaan Belajar, Disdik Malra Gelar Bimtek Muatan Lokal Jenjang TK/PAUD SeKabupaten Malra

4 / 100

RekamFakta.com, Maluku Tenggara – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) menggelar acara Pembukaan Kegiatan Peningkatan Kompetensi Dasar Muatan Lokal (Mulok) dan Silabus Jenjang TK/PAUD Tahun 2022, dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan Malra, Rabu 09/08/2022

Kegiatan ini Diinisiasi oleh Bidang Pembinaan PAUD dan PNFI Kabupaten Malra, peserta kegiatan ini sebanyak 77 orang.

Kegiatan Bimtek Kurikulum Muatan Lokal Jenjang TK/PAUD ini akan dilaksanakan selama 3 hari, yakni dari tanggal 9 – 11 Agustus 2022. Menghadirkan narasumber Laurensia Jamlean, S.Si.Gr, selaku kokapten merdeka belajar Kabupaten Maluku Tenggara, Soemarno dari LPMP Provinsi Maluku dan Drs. Julius Juih, M.Pd dari pusat Kurikulum dan pembelajaran Kemendikbud.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malra Umar Hanubun, S.Pd, Sekertaris Dinas Pendidikan Yohanes TH. Layanan, S.Sos, Kabid pendidik Tenaga Kependidikan (PTK), Raymond Moriolkosu, S.Pd, Kabid SD, Kabid SMP, Pengawas serta para peserta yang terdiri dari Kepala sekolah TK/Paud, Tenaga Pendidik dan pengelola Paud.

Kepala Dinas Pendidikan Malra Umar Hanubun, S.Pd saat menyampaikan sambutan dan pengarahan sekaligus membuka kegiatan dengan resmi. Dalam arahan singkatnya Hanubun menyampaikan bahwa era pendidikan saat ini sudah bergerak menuju arah kemerdekaan belajar.

Menurutnya, pembelajaran kita saat ini didesak untuk lebih akrab dengan teknologi seraya mewujudkan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Jikalau dulu pendidikan dan pembelajaran berfokus pada ketercapaian kompetensi, penguasaan materi, serta ketuntasan kurikulum, maka di era merdeka belajar saat ini, arah pembelajaran bergeser kepada pemenuhan kebutuhan siswa demi kemudahan menggapai cita-cita,” jelas Hanubun di hadapan para peserta.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, untuk melestarikan dan mengembangkan keunggulan dan kearifan daerah Pendidikan Kabupaten Malra yang berguna bagi diri dan lingkungannya dalam rangka menunjang pembangunan daerah dan nasional.

Dengan hasil akhir terbentuknya kurikulum muatan lokal yang terintegrasi pada mata pelajaran di jenjang satuan pendidikan.

“Dengan kurikulum ini diharapkan, siswa di sekolah tidak tercerabut (terasing-red) dari budaya, tradisi, dan karakteristik masyarakat yang mengitarinya,” ujar Hanubun.

Selain pengembangan kurikulum muatan lokal, melalui mata pelajaran muatan lokal yang masih menjadi bagian dari intrakurikuler, sekolah juga dapat mengembangkan kurikulum muatan lokal melalui kegiatan pengembangan diri dalam bentuk ekstrakurikuler dan bimbingan konseling.

“Bapak/Ibu adalah guru-guru yang hebat, kuat, pantang menyerah, dan terus ingin bertumbuh dan belajar. Peran Bapak/Ibu guru saat ini amatlah penting. Tidak hanya terbatas di dalam kelas, anak-anak bangsa sejatinya bisa berkontribusi lebih untuk mewujudkan kemerdekaan belajar,” tutup Hanubun menyemangati para peserta.

Selain itu, ditamabahkan pula oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal, Kristina Ingratubun, S.Pd, M.Si saat di temui media ini diruang Kerjanya mengatakan bahwa menuturkan perangkat ajar yang perlu disiapkan oleh pendidik salah satunya adalah modul ajar.

“Modul ajar ini merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu topik berdasarkan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran),” jelas Ingratubun.

“Pendidik diberikan keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi model ajar yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik.” tambahnya.

Ingratubun berharap peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, sehingga dapat menyerap ilmu yang bermanfaat, menambah wawasan dan kompetensi bersama untuk melaksanakan ketugasan di masa yang akan datang.

Para peserta tampak sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena mendapatkan pencerahan, ilmu, dan praktik tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), langsung dari nara sumber yang kompeten dan berpengalaman dalam mengelola PAUD. Semoga para peserta semakin terampil dalam merancang pembelajaran berbasis Kurma, sekaligus membentuk anak-anak usia dini menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter Pancasila.

Erick/RF

Baca Juga

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!