Nanang Latif : Gorut Tidak Hanya Tidur, Tetapi Mengigau

banner 120x600

Rekamfakta.com, Gorontalo Utara – Pembangunan di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) saat ini, dinilai oleh Nanang Latif semakin meprihatinkan dan buruk. Tak seperti diera pemerintahan Rusli Habibie, Aktivis yang dikenal dengan kritikan-kritkan pedasnya ini, justru menganggap Gorut tidak hanya tidur, tetapi mengigau. Sabtu, (07/203/2020).

Kepada Rekamfakta.com, Nanang menuturkan. Dirinya bersama masyarakat Gorut, sangat merindukan kepemimpinan Rusli Habibie saat menjabat Bupati di Gorut, sebab hanya dalam kurung waktu kurang lebih 3 tahun, Gorontalo Utara nampak ada perubahan yang cukup signifikan,

“Terus terang, kami rindu dengan zaman kepemimpinannya, Rusli Habibie di Gorut. Meskipun hanya memimpin Gorut kurang lebih 3 tahun, pembangunan di Gorut nampak terlihat, dari berbagai macam aspek, ” tutur Nanang.

Lebih lanjut Nanang mengatakan, dijaman Rusli Habibie pula, aturan diberlakukan dengan tegas. Selain dari pada itu, peran dan tupoksi para pegawai dimaksimalkan, serta fasilitas-fasilitas yang ada di kawasan Blok Plan Pemerintah Daerah Gorontalo Utara, berfungsi sebagaimana mestinya,

” Dijaman Rusli Habibie, Satpol PP ditugaskan merajia pejabat dan pegawai dari luar Gorut, yang pulang ke luar Gorut dihari kerja. Blok plan ramai terus, sebab para pejabat tinggal di rumah dinas. Portal blok plan itu naik turun-naik turun, dan ATM-ATM dikawasan blok plan berfungsi. Tetapi hari ini portal blok plan hanya naik terus, dan ATM-ATM di situ jadi terbengkalai,” Jelas Nanang.

Nanang juga membeberkan, perputaran ekonomi di Gorut saat ini, belum berjalan dengan lancar dan makin memprihatinkan. Tidak adanya pusat perdagangan, dan para pejabat serta pegawai dari luar tidak menetap di Gorut, menjadi faktor tersendatnya perputaran ekonomi.


Baca juga :


“Dari segi perputaran ekonomi saja tidak nampak di Gorut, sebab tidak ada pusat perdagangan di Gorut. Ketika dibangun pusat perdaganganpun percuma, sebab para pejabat dan pegawai semuanya pulang ke kota. Makanya jangan heran ketika ada anggapan Gorut itu tidur. Tidak hanya tidur, tetapi mengigau ” beber Nanang.

Nanangpun menjelaskan, maksud dari “Gorut tidak hanya tidur, tetapi mengigau” adalah, pemerintah saat ini hanya memberikan harapan-harapan kosong, kepada masyarakat. Apa yang disampaikan ke masyarakat, tak berbanding lurus, dengan apa yang dilihat dan diraskan oleh masyarakat. Bahkan hanya terkesan fiksi,

“Seperti orang mengigau, dia dalam keadaan tidur, dan tak sadar berbicara. Seperti itulah pemerintahan yang ada di Gorut sekarang, apa yang disampaikan ke masyarakat tidak ada realisasinya, hanya janji-janji fiksi, ” jelas Nanang.

Kemudian Nanang sedikit mencontohkan, perihal yang sudah disampaikan oleh Pemerintah Gorut ke masyarakat, yang sampai hari ini belum ada realisasinya atapun tidak seperti yang dilihat dan dirasakan oleh masyarakat,

“Contohnya seperti pernyataan kemarin, bawha SK PTT akan keluar diawal januari, tetapi sampai hari ini SK PTT itu belum keluar-keluar juga. Kemudian soal pemangkasan PTT, yang sebenarnya diberlakukan itu, pemangkasan atau pergantian? Sebab tidak sedikit PTT orang Gorut, yang katanya kena pemangkasan, tapi tidak tahunya malah diganti dengan orang yang dari luar Gorut, ” pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Bupati Gorontalo Utara saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp kepada Ajudannya, hanya membaca pesannya kemudian tak memberi respon apa-apa. Begitu juga, dengan pihak pemda lainnya seperti Kasubag Protokoler Bupati, bahkan Sekertaris Daerah Ridwan Yasin, saat dikonfirmasi terkait persoalan ini, seakan bungkam tak memberi komentar apa-apa. (MYP/RF)